Lirik Lagu Titip Rindu Buat Ayah – Ebiet G Ade

Pelitabanten.com – Lirik lagu titip rindu buat Ayah bercerita tentang kerinduan Ebiet G Ade akan sosok ayahnya, meskipun ia mengaku lagu itu diciptakan bukan hanya buat ayahnya saja.

Ilham lagu ini berawal dari hubungan Ebiet yang kurang harmonis, karena ayahnya memaksanya menjadi guru agama.

Dan Ebiet baru paham maksud perkataan ayahnya setelah diajak berdiskusi, bahwa ayahnya menginginkannya menjadi orang yang terbaik.

Lagu yang ada di album “Camellia 4” yang dikeluarkan oleh Ebiet G. Ade dari perusahaan rekam Jackson Records pada tahun 1980 Ini adalah album terakhir Ebiet yang menggunakan nama Camellia.

Berikut Lirik Lagu Titip Rindu Buat Ayah – Ebiet G Ade :

Dimatamu masih tersimpan selaksa peristiwa
Benturan dan hempasan terpahat dikeningmu
Kau nampak tua dan lelah keringat mengucur deras
Namun kau tetap tabah.. hmm..

Meski nafasmu kadang tersengal
Memikul beban yang makin sarat
Kau tetap bertahan

Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini
Keriput tulang pipimu gambaran perjuangan
Bahumu yang dulu kekar legam terbakar matahari
Kini kurus dan terbungkuk.. hmm..

Namun semangat tak pernah pudar
Meski langkahmu kadang gemetar
Kau tetap setia

Ayah dalam hening sepi kurindu
Untuk menuai padi milik kita
Tapi kerinduan tinggal hanya kerinduan
Anakmu sekarang banyak menanggung beban

Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini
Keriput tulang pipimu gambaran perjuangan
Bahumu yang dulu kekar legam terbakar matahari
Kini kurus dan terbungkuk.. hmm..

Namun semangat tak pernah pudar
Meski langkahmu kadang gemetar
Kau tetap setia

Mencoba untuk selalu Melihat, mendengar, dan merasakan segala situasi & kondisi di setiap arah prasa dan hati yang seakan redup dan berpijar.. Layaknya seperti pelita.. Selalu berkarya dan terus bercahaya menerangi lorong gelap setiap jiwa-jiwa yang berharap.. Dari torehan secerca tinta disehelai kertas usang di era digital, ku racik kalimat hidup dari suara-suara makhluk yang bernafas. Mengalir dan berposes melalui filosofi dunia, yang terbentuk menjadi sajian kenikmatan klimaks yang membuka panca indera dan berprosa sesuai nalar, hingga menjadi keutuhan dari akal, bagi kaum yang mau berfikir. SemangArt terussssss We Are d'Little Writter Huda R Alfian (Yudha)