Pelitabanten.com – Lirik lagu cindai yang dipopulerkan oleh penyanyi Dato’ Siti Nurhaliza pada tahun 1997, berasal dari Malaysia. Lagu ini menggabungkan musik tradisional Melayu dengan sentuhan pop modern, sehingga menjadi salah satu karya musik Malaysia dan Asia Tenggara.
Makna & cerita lagu
Secara umum, Cindai menggunakan bahasa puitis dan kiasan Melayu klasik. “Cindai” sendiri adalah sejenis kain sutra halus, namun di lagu ini dijadikan simbol perasaan hati yang terikat dan rapuh. Liriknya menggambarkan pergolakan emosi, kesabaran, dan keteguhan dalam menghadapi ujian hidup — terutama dalam hal cinta dan kesetiaan.
Sejarah singkat
- Diciptakan oleh Pak Ngah (penggubah musik) dan Hairul Anuar Harun (penulis lirik).
- Menjadi salah satu lagu yang mengangkat kembali minat publik pada irama tradisional Melayu.
- Mendapat sambutan luas di Malaysia, Brunei, dan Indonesia, bahkan dikenang sebagai lagu yang memperkuat reputasi Siti Nurhaliza di awal kariernya.
Berikut Ini Lirik Lagu Cindai – Siti Nurhaliza :
Cindailah mana tidak berkias
Jalinnya lalu rentah beribu
Bagailah mana hendak berhias
Cerminku retak seribu
Mendendam unggas liar di hutan
Jalan yang tinggal jangan berliku
Tilamku emas cadarnya intan
Berbantal lengan tidurku
Hias cempaka kenanga tepian
Mekarnya kuntum nak idam kumbang
Puas ku jaga si bunga impian
Gugurnya sebelum berkembang
Hendaklah hendak hendak ku rasa (rasa sayang)
Puncaknya gunung hendak ditawan
Tidaklah tidak tidak ku daya
Tingginya tidak terlawan
Janganlah jangan jangan ku hiba (rasa sayang)
Derita hati jangan dikenang
Bukanlah bukan bukan ku pinta (rasa sayang)
Merajuk bukan berpanjangan
Akar beringin tidak berbatas
Cuma bersilang paut di tepi
Bidukku lilin layarnya kertas
Seberang laut berapi
Gurindam lagu bergema takbir
Tiung bernyanyi pohonan jati
Bertanam tebu di pinggir bibir
Rebung berduri di hati
Laman memutih pawana menerpa
Langit membiru awan bertali
Bukan dirintih pada siapa
Menunggu sinarkan kembali
Hendaklah hendak hendak kau rasa (rasa sayang)
Puncaknya gunung hendak ditawan
Tidaklah tidak tidak ku daya (rasa sayang)
Tingginya tidak terlawan
Janganlah jangan jangan kau hiba (rasa sayang)
Derita hati jangan dikenang
Bukanlah bukan bukan ku pinta (rasa sayang)
Merajuk bukan berpanjangan
Hendaklah hendak hendak kau rasa (rasa sayang)
Puncaknya gunung hendak ditawan
Tidaklah (tidak tidak ku daya)
Tingginya tidak terlawan
Janganlah jangan jangan kau hiba (aduh sayang)
Derita hati jangan dikenang
Bukanlah (bukan bukan ku pinta)
Merajuk bukan berpanjangan
Simak lirik lagu terbaru yang kami sajikan di portal musik Pelita Banten. Jangan lewatkan update penting dengan mengikuti channel kami di Google News.