Beranda Gaya Hidup Kesehatan Mengidap Penyakit Hepatitis, Ayah Kandung Santoso Berencana Menjual Ginjal Seharga 1,5 Milyar

Mengidap Penyakit Hepatitis, Ayah Kandung Santoso Berencana Menjual Ginjal Seharga 1,5 Milyar

308
BAGIKAN
Mengidap Penyakit Hepatitis, Ayah Kandung Santoso Berencana Menjual Ginjal Seharga 1,5 Milyar
Foto: Istimewa

PANDEGLANG, Pelitabanten.com – Mengidap Penyakit Hepatitis, Ayah Kandung Santoso Berencana Menjual Ginjal Seharga 1,5 Milyar. Santoso, buruh tani asal Desa Teluklada, Kecamatan Sobang Kabupaten Pandeglang berencana akan menjual ginjal kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) demi kesembuhan anaknya, Adrian (5) yang mengidap penyakit hepatitis B.

Baca juga :  Bayi Lahir Tanpa Tempurung Kepala di Pandeglang

Buah hatinya bersama Waskem (26) tetsebut divonis terkena penyakit liver atau hepatitis B sejak dua setengah tahun lalu. Supaya bisa sembuh, ia harus menyiapkan uang Rp 1,5 miliar sebagai biaya transplantasi hati di Rumah Sakit Cipto Mangun Kusumo (RSCM) Jakarta.

Meski penghasilannya sebagai buruh tani tak lebih dari Rp 40.000 per hari, ia tidak mau menyerah pada keadaan. Santoso didampingi saudaranya Zaenal melakukan aksi galang dana. Kamis (19/11) pagi, keduanya kembali datang ke Kantor Yayasan Berkah yang menjadi ‘tempat peraduan’. Selain menggalang dana, Santoso pun berniat menjual ginjalnya kepada Presiden Jokowi seharga Rp 1,2 miliar.

Setelah menyiapkan sejumlah ‘properti’ untuk menggalang dana seperti dus bekas minuman ringan dan spanduk, Santoso dan Zaenal berjalan kaki menyusuri tiap pintu kantor pemerintahaan. Dari tiap pintu kantor yang diketuk, ia menerima pecahan uang mulai dari logam, hingga lembaran merah dengan nominal Rp 100.000. Pemberi sumbangan yang merupakan pegawai pemerintahaan itu sebagian tidak tahu soal derita Adrian dan sebagiannya sudah mengetahui melalui surat kabar lokal.

Aksi galang dana tidak hanya dilakukan di perkantoran, Santoso bersama Zaenal melangkah lebih jauh hingga lampu merah Tugu Jam Alun-alun Pandeglang. Di bawah cuaca mendung tanpa terik mentari, keduanya lantas menyodorkan dus dan berharap ada dermawan yang ikhlas menyisihkan sebagian hartanya.

Baca juga :  Pemprov Banten Akan Bangun Rumah Sakit Jiwa di Ciruas

“Saya tidak tahu lagi harus berbuat apa untuk menyelamatkan anak saya. Sebenarnya saya malu seperti ini, seperti mengemis-ngemis. Tetapi mau bagaimana lagi, penghasilan saya tidak akan cukup untuk membiayai operasi yang harganya selangit,” terang Santoso.

Ditanya soal rencana menjual ginjalnya ke Presiden Jokowi, Santoso mengaku, itu terpaksa dilakukan karena tidak tahu lagi cara untuk mendapatkan uang besar dengan waktu cepat. “Saya harap dengan niat saya menjual ginjal kepada Pak Jokowi bisa didengar sampai istana. Saya juga berharap teman-teman wartawan bisa membantu usaha orang kecil seperti saya ini,” ucapnya.

Aksi penggalangan dana hari itu harus disudahi, karena hujan turun semakin lebat dan tidak memungkinkan kembali ke jalan. Setelah menunggu beberapa jam, akhirnya waktu kian sore dan hujan pun baru berhenti. Dengan membawa sedikit uang, ia berharap bisa cukup untuk membeli susu formula yang berharga Rp 250.000 per dus.

“Tadi pas saya tinggal, Adrian nangis dan keluarga nelpon jika Adrian menanyakan saya. Alhamdulillah uang ini akan saya bawa pulang, sebagian saya belikan susu dan disimpan untuk biaya berobat,” terang Santoso sambil menaiki sepeda motor bersama Zaenal.

Sementara Asisten Daerah (Asda) I Setda Pandeglang Utuy S Beby mengaku, Pemkab Pandeglang bisa memberikan bantuan dana kepada Adrian. Namun, dengan aturan batasan anggaran serta peraturan, maksimal bantuan dana yang bisa disalurkan melalui Dinsosnaker itu Rp 5 juta.

Baca juga :  Fakta Mengagumkan Bila Darah Manusia Dicampur Dengan Air

“Kita sudah tahu soal kabar Adrian dan tentu kita tidak diam, namun pemerintah daerah memiliki batasan anggaran dan aturan yang harus dipatuhi dalam menyalurkan bantuan. Dulu itu ada Jamkesda dan saat ini dana Jamkesda dibayarkan untuk premi BPJS,” ungkap Utuy.

Menurutnya, usaha untuk membantu keluarga Santoso harus terus dilakukan dan dirinya siap membantu baik secara pribadi maupun melalui Yayasan Rereongan Berkah. “Saya apresiasi upaya teman-teman media dan ayo kita bersama-sama bantu Adrian. Yang terpenting kita berupaya dan hasilnya diserahkan kepada Allah SWT,” ujarnya. (ari/bnn)

BAGIKAN