Beranda Peristiwa Lima Warga Banten Jadi Korban Kecelakaan Maut KRL Vs Metro Mini Angke

Lima Warga Banten Jadi Korban Kecelakaan Maut KRL Vs Metro Mini Angke

444
BAGIKAN
Lima Warga Banten Jadi Korban Kecelakaan Maut KRL Vs Metro Mini Angke
Foto: Istimewa

SERANG, Pelitabanten.com – Lima Warga Banten Jadi Korban Kecelakaan Maut KRL Vs Metro Mini AngkeKecelakaan maut terjadi di Ibukota Jakarta. Kereta Rel Listrik (KRL) rute Jatinegara-Bogor menghantam Metro Mini B 80 bernomor polisi B 7660 FD di perlintasan pintu kereta Angke, Tambora, Jakarta Barat, Minggu pagi (6/12/2015).

Baca juga :  Pengamat: Mengalahkan Incumbent Rano Karno Sangat Mudah

Akibatnya, sedikitnya 18 orang dinyatakan tewas dan 6 lainnya luka-luka. Mereka dirawat di sejumlah rumah sakit di Jakarta. Lima warga Banten turut menjadi korban dalam peristiwa yang terjadi pada hari minggu kemarin.

Lima Warga Banten Jadi Korban Kecelakaan Maut KRL Vs Metro Mini Angke Lima Warga Banten Jadi Korban Kecelakaan Maut KRL Vs Metro Mini Angke Lima Warga Banten Jadi Korban Kecelakaan Maut KRL Vs Metro Mini Angke banten krl
Ist

Kelima korban tersebut di antaranya pasangan kekasih Amanudin (23) dan Uus Kurnawati warga Kampung Jengkol, Kelurahan Teritih, Kecamatan Walantaka, Kota Serang.

Korban selanjutnya bernama Sarikah (36) warga Kampung Taman Barang RT 09 RW 03 Desa Sidang Sari, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang dan Adi Saputra (32) warga Cisero RT 16 RW 4 Kelurahan Banjar Sari, Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak.

Korban terakhir bernama. Rani Rusmiati (22) binti Sahroni, warga Kompleks Penggilingan RT 03 RW 05, Pandeglang. Adi Saputra dan Rani tewas dalam peristiwa tersebut.

Adi Saputra (32) dinyatakan tewas setelah sempat mendapatkan perawatan di RS Sumber Waras. Dia menghembuskan nafas terakhirnya sekira pukul 15.00 wib. Warga Desa Cisera, Bantarsari, Cileles, Banten.

Amanudin dan Uus Kurnawati dirawat di RS Sumber Waras. Maryati, ibunda Uus, tampak tidak bisa meredam kesedihannya saat ditemui di Kampung Jengkol, Kelurahan Teritih, Kecamatan Walantaka Kota Serang.

Baca juga :  Masyarakat Adat Baduy Minta Kepercayaan Sunda Wiwitan Tertera di KTP

Dia sangat mengkhawatirkan kondisi anaknya yang dikabarkan dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan intensif di RS Sumber Waras Jakarta.

Uus sendiri diketahui sudah dua tahun bekerja di Jakarta sebagai karyawan di percetakan di daerah Kedoya, Jakarta. Uus nekad merantau untuk membiayai pendidikan adiknya yang masih duduk di bangku SMP.

“Saking enggak mampu, Uus kerja di Jakarta buat adiknya sekolahnya. Nanti nasib gimana nasibnya Uus,”ujar Maryati.

Kakak Amanudin, Nasehudin berujar malam sebelum kejadian, Uus memberikan kabar bahwa dia akan jalan-jalan bersama adiknya di suatu tempat di Jakarta. Namun pihak keluarga kemudian kaget mendapatkan kabar dari Satpam RS Sumber Waras yang menginformasikan kepada keluarga yang berada di Serang bahwa Uus menjadi salah satu korban.

Baca juga :  Gara-gara Limbah Pabrik, Puluhan Warga Ciruas Serang Demo PT Shiva Sakti Stell

“Uus semalam nelepon ke Ibunya, kalau mau jalan-jalan sama Aman tapi enggak tahu jalannya dimana. Uus sama Aman sudah lama kerja di Jakarta. Tadi dapat informasi dari satpam Rumah Sakit Sumber Waras kalau Uus jadi korban,” ungkapnya.

Mengetahui Aman dan Uus menjadi korban, kedua belah pihak keluarga berangkat ke Jakarta untuk melihat langsung kondisi keduanya. “Tadi siang dapat kabar langsung berangkat. Yang berangkat pak RT sama Bapak Uus, saudara saya. Pas saya kontak sudah mau sampai Jakarta,” jelasnya.

BAGIKAN