PMT-AS Sebuah Program Perbaikan Asupan Gizi di PAUD

Apa itu PMT? Kenapa harus di PAUD? Makanan seperti apa yang baik dan sehat untuk anak? Beberapa pertanyaan yang sering kita dengar dan hal penting yang harus kita pikirkan.  Mengingat pentingnya pendidikan anak usia dini yang merupakan cikal bakal bagi majunya suatu bangsa.

Anak merupakan asset sumber daya manusia yang sangat penting guna membangun masa depan bangsa yang maju, mandiri, dan sejahtera, oleh karena itu dibutuhkan suatu program yang berkualitas yang dapat membantu anak-anak Indonesia yang cerdas dan sehat. Salah satunya adalah program PMT-AS.

PMT-AS merupakan program pemerintah dalam bentuk Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS) dan pemberian obat cacing dalam upaya peningkatan status gizi anak. Indikator keberhasilan PMT-AS meliputi peningkatan status gizi anak khususnya di PAUD, penurunan angka absensi, peningkatan nilai anak, penurunan angka infeksi kecacingan anak, serta peningkatan pengetahuan dalam aspek kesehatan. Tujuan PMT-AS berdimensi gizi, kesehatan, pendidikan, pertanian, ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat. Sasaran PMT-AS berdimensi anak, orang tua murid, guru, dan masyarakat (Forum Koordinasi PMT-AS).

Program ini pada umumnya ada pada setiap pendidikan anak usia dini  dilaksankaan seminggu sekali. Kegiatan PMT sendiri seperti  kegiatan memasak, menyajikan dan memakan makanan yang sehat dan bernutrisi untuk anak usia dini dilakukan oleh anak yang dibersamai orangtua secara berkelompok untuk menciptakan produk makanan yang nantinya akan dimakan Bersama dengan teman lainnya setiap satu minggu satu kali. Manfaat PMT-AS memang dirasakan pengaruhnya tidak terlalu besar tapi tetap berdampak positif pada murid, sekolah, dan lingkungan. Ketahanan fisik murid yang lebih baik akan memberikan peluang menerima pelajaran lebih baik. Pengetahuan gizi tidak meningkat tetapi anak dibiasakan memilih makanan yang lebih baik saat jajan (Ira Endah Rohima, 2016).

Menginjak pertanyaan kedua yaitu kenapa harus dari jenjang PAUD?

Anak merupakan anugerah yang diberikan Allah SWT. Potensi fisik dan psikis anak ini penting ditumbuhkembangkan oleh orangtua melalui pendidikan yang optimal sejak dini. Pendidikan anak usia dini merupakan pendidikan yang amat mendasar dan strategis. Pentingnya pendidikan anak usia dini sudah sangat disadari oleh orang tua sehingga tidak sedikit Lembaga PAUD yang tumbuh dan berkembang di Indonesia khususnya kota Serang. Menurut Undang-undang No.20 Tahun 2003 halaman 6 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1, butir 14 Pendidikan Anak Usia Dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan 6 (enam) tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut (Arifudin et al., 2021). Pendidikan Anak Usia Dini berada pada rentang usia 0-8 tahun. Pendidikan anak usia dini merupakan sarana untuk menggali dan mengembangkan berbagai potensi anak agar dapat berkembang secara optimal (Fauzi, 2018). Perkembangan otak anak sangat pesat di usia 0 sampai 3 tahun. Hal ini senada dengan(Fauzi, 2018) yang menyatakan bahwa Otak mulai terbentuk sejak usia janin 2 minggu dan mencapai 80% tumbuhkembang pada usia 0-3 tahun. Oleh karena itu untuk kebutuhan otaknya, dibutuhkan  nutrisi dan protein yang tinggi agar dapat tumbuh dan berkembang secara maksimal.

Pertanyaan selanjutnya adalah makanan apa yang baik dan sehat untuk anak?

Makanan yang baik dan sehat untuk anak tentunya adalah makanan yang bergizi. Gizi yang baik pada anak sekolah merupakan investasi suatu bangsa, karena di tangan generasi muda yang sehat dapat melanjutkan pembangunan yang berkesinambungan. Kekurangan gizi pada siswa di sekolah akan mengakibatkan anak menjadi lemah, cepat lelah dan sakit-sakitan, sehingga anak menjadi sering absen serta mengalami kesulitan untuk mengikuti dan memahami pelajaran dengan baik (Sinaga, 2016). Salah satu strategi peningkatan kesehatan dan gizi anak usia dini adalah melalui pendekatan berbasis komunitas. Masyarakat perlu ikut memiliki dan terlibat dalam program peningkatan kesehatan dan gizi. Salah satu makanan yang dikenalkan kepada anak adalah makanan sehat yang berbahan dasar jagung. Hal ini tentu menimbulkan pertanyaan baru, mengapa harus jagung dan bukan makanan yang lain. Sebelumnya kita kenali dulu bagaimana kandungan yang terdapat dalam tanaman tersebut.

Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu tanaman pangan dunia yang terpenting, selain gandum dan padi. Yang memiliki kandungan karbohidrat tinggi di Amerika Tengah dan Selatan, jagung juga selain itu di di Amerika Serikat menjadi alternatif sumber pangan (Agromedia, 2007). Jagung, gandum dan beras, merupakan salah satu tanaman pangan penghasil karbohidrat terpenting di dunia. Jagung mengandung komponen nutrisi yang memiliki berbagai manfaat bagi Kesehatan, termasuk serat, vitamin, mineral dan antioksidan. Budi daya jagung di Indonesia tercatat mengalami kemajuan yang pesat.

Kandungan gizi yang terdapat dalam jagung adalah biji jagung terdiri atas tiga bagian utama, yaitu pericarp, berupa lapisan luar yang tipis, berfungsi mencegah embrio dari organisme pengganggu dan kehilangan air; endosperm, sebagai cadangan makanan, mencapai 75% dari bobot biji mengandung 90% pati dan 10% protein, mineral, minyak, dan lainnya. Kedudukan jagung dalam taksonomi yaitu mempunyai 10 khromosom di dalam sel-sel reproduktif (haploid), 20 khromosom di dalam sel-sel somatik (diploid) dan 30 khromosom di dalam sel-sel endosperm (triploid). Secara umum semua tipe tanaman jagung mempunyai 10 pasang khromosom (Muhadjir, 2018).

Dari segi pengolahan sangat mudah dan variative. Dimulai dari olahan yang paling sederhana seperti jagung bakar, jagung rebus atau jagung manis, olahan jagung bakar Jakarta, jagung pipil, dan jagung popcorn. Dari macam-macam olahan tersebut yang masih menjadi favorit anak adalah jagung popcorn. Dalam hal ini kami mengolah jagung menjadi makanan sehat yaitu jasuke lumer, dimana makanan tersebut berbahan dasar jagung, susu, keju dan tambahan larutan maizena.

Produk yang dikembangkan dari jasuke adalah jasuke lumer. Yaitu  jagung susu keju  lumer yang disingkat menjadi “jasuke lumer” yang dibuat khusus dengan bahan dasar jagung manis yang sudah di kukus, kemudian tambahan susu, keju dan larutan tepung maizena diberikan toping keju dan di kemas cantik agar diminati dan disukai oleh anak-anak.  Produk jasuke (jagung, susu dan keju), selain produk ini mengenyangkan dan bernutrisi tinggi, jasuke juga merupakan produk makanan yang mudah dalam memproduksinya. Jagung susu keju (JASUKE) untuk mencegah anemia. Bahan yang dipersiapkan dalam pembuatan jasuke lumpur adalah 3 buah jagung manis yang sudah diserut dan dikukus hingga matang. 2 sachet susu kental manis dan tambahkan 2 sdm gula putih, 450 ml susu cair full cream, 55 gr keju parut dan 2 sdm tepung maizena. Adapun proses pembuatannya adalah siapkan  anic kemudian masukkan susu cair, susu kental manis, nyalakan api, aduk-aduk hingga mendidih lalu masukkan larutan maizena, masukkan jagung diaduk perlahan yang kemudian disajikan dan di kemas dalam wadah yang menarik untuk anak.

PMT-AS Sebuah Program Perbaikan Asupan Gizi di PAUD

Penulis: Nuryati, Mahasiwi Doktor Pendidfikan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Serang