Beranda Mimbar Agama Jalan Sehat Sarungan Warnai Kegiatan Festival Al-Azhom

Jalan Sehat Sarungan Warnai Kegiatan Festival Al-Azhom

150
BAGIKAN
Jalan Sehat Sarungan Warnai Kegiatan Festival Al-Azhom
Jalan Sehat Sarungan dalam rangkaian kegiatan Festival Al-Azhom, menyambut Tahun Baru Islam 1438 H dan Menyambut Hari Santri Nasional, Minggu (9/10/2016)

TANGERANG, Pelitabanten.com – Jalan Sehat Sarungan Warnai Kegiatan Festival Al-Azhom. Pemandangan yang tidak biasa terjadi di hari Minggu pagi, 9 Oktober 2016. Ribuan warga Kota Tangerang melakukan gerak jalan sehat dengan menggunakan sarung bersama para santri pondok pesantren se-Kota Tangerang. Acara Jalan Sehat Sarungan tersebut merupakan rangkaian kegiatan dalam Festival Al-Azhom ke-V dan memperingati Tahun Baru Islam 1438 H serta Hari Santri Nasional yang jatuh pada tanggal 22 Oktober.

Baca juga :  Provinsi Banten Jadi Juara Umum MTQ Nasional di Mataram

“Jadi, kegiatan ini adalah gabungan dari dua momentum yakni Festival Al-Azhom yang merupakan bagian dari perayaan Tahun Baru Islam serta peringatan Hari Santri Nasional. Maka itu, temanya yakni Gerak Jalan Sehat bersama santri,” ujar ketua Panitia Festival Al-Azhom, Romi Abidin, Minggu (9/10/2016).

Tercatat ada sekitar 5000 peserta jalan sehat sarungan memadati sepanjang jalan depan Pusat Pemerintahan Kota Tangerang. Para peserta berjalan sejauh 4,5 Km, yang dimulai dari gerbang masjid Al Azhom Kota Tangerang dan berakhir di tempat yang sama.

Tidak hanya sebatas Gerak Jalan Sehat Sarungan saja, para peserta juga diberi hadiah berupa uang tunai Rp. 1 juta rupiah bagi peserta yang mengenakan kostum unik. Dan mendapatkan Umroh Gratis serta berangkat Haji bagi peserta yang beruntung.

“Ada berbagai hadiah menarik. Untuk hadiah utamanya doorprize dari Wali Kota Tangerang berupa Naik Haji dan Umroh Gratis,” katanya.

Baca juga :  Tiada Hari Tanpa Berhala (part 2/2)

Peserta Gerak jalan Sehat Sarungan diikuiti tidak hanya santri, namun juga dari masyarakat dan pejabat KotaTangerang.

“Siapapun yang ikut, mau santri, pejabat petugas kepolisian, harus pakai sarung semua. Kita memang pengen acaranya beda,” katanya.