Surge WiFi Internet Rakyat 100 Mbps Hanya Rp 100 Ribu

Surge WiFi Internet Rakyat
ILUSTRASI: Surge WiFi Internet Rakyat
Advertisement

Pelitabanten.com – Di tengah kebutuhan konektivitas digital yang terus meningkat, PT Solusi Sinergi Digital Tbk (SURGE) melalui anak usahanya WIFI (Surge) telah meluncurkan program Surge WiFi Internet Rakyat. Layanan ini menjanjikan akses internet berkecepatan tinggi (hingga 100 Mbps) dengan tarif sangat terjangkau, yaitu Rp 100.000 per bulan. Inisiatif ini menjadi langkah strategis dalam mendorong pemerataan akses digital di kalangan masyarakat menengah-bawah dan daerah yang belum terjangkau infrastruktur fiber optik.

Apa Itu Surge WiFi Internet Rakyat?

Surge WiFi Internet Rakyat adalah program yang digagas oleh Surge (WIFI) untuk menyediakan layanan broadband rumah tangga berbasis 5G Fixed Wireless Access (FWA) dengan harga sangat terjangkau. Paket utama yang ditawarkan adalah:

  • Kecepatan hingga 100 Mbps.
  • Tarif flat Rp 100.000 per 30 hari.
  • Kuota unlimited (tanpa batas data).
  • Gratis sewa modem (CPE) dan pemasangan.

Teknologi yang digunakan adalah 5G FWA di pita frekuensi 1,4 GHz berbasis Open RAN, hasil kolaborasi dengan OREX SAI Inc. (patungan NTT DOCOMO dan NEC).

Dengan memanfaatkan jaringan backbone fiber milik Surge dan perangkat FWA, layanan ini dapat menjangkau rumah tanpa perlu pembangunan kabel fiber langsung ke rumah, yang biasanya mahal dan butuh waktu lama.

Advertisement

Latar Belakang

Beberapa faktor mendorong lahirnya Internet Rakyat Surge:

  1. Kesenjangan digital: Menurut Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), terdapat puluhan juta rumah tangga kelas menengah bawah atau rendah yang belum terakses internet karena biaya masih tinggi.
  2. Spektrum frekuensi 1,4 GHz: Komdigi melelang pita 1,4 GHz untuk layanan Broadband Wireless Access (BWA), salah satu pemenangnya adalah Surge (Telemedia Komunikasi Pratama), yang memenangkan lisensi untuk wilayah Region 1.
  3. Dorongan pemerataan: Pemerintah mendukung operator untuk menyasar segmen segmen masyarakat menengah ke bawah agar konektivitas merata dan inklusif.
  4. Efisiensi biaya investasi: Dengan memanfaatkan infrastruktur backbone milik Surge dan teknologi FWA, biaya per pelanggan bisa ditekan, sehingga memungkinkan harga langganan rendah.

Keunggulan Surge WiFi Internet Rakyat

Berikut beberapa keunggulan utama dari layanan ini:

Keunggulan Penjelasan
Harga sangat terjangkau Rp 100.000 untuk paket 30 hari unlimited dengan kecepatan tinggi.
Kecepatan tinggi Hingga 100 Mbps, cukup untuk streaming, kerja dari rumah, sekolah online, dan game ringan.
Teknologi 5G FWA Tidak perlu fiber optik di rumah; cukup modem terhubung ke base station FWA.
Open RAN Memakai arsitektur terbuka, memberi fleksibilitas operasional dan efisiensi.
Gratis modem dan pemasangan Penyewa CPE modem gratis; tidak perlu biaya instalasi.
Jangkauan strategis Mulai di Region 1 (Jawa, Papua, Maluku), area dengan potensi pasar besar.
Komitmen sosial Mendukung pemerataan akses digital dan mendorong literasi internet di segmen berpenghasilan rendah.

Cara Daftar Surge WiFi Internet Rakyat

Berikut langkah-langkah untuk mendaftar pra-registrasi Internet Rakyat Surge:

1. Kunjungi situs pra-registrasi:
  • https://internetrakyat.id/auth/register
  • Alternatif: situs Telemedia (MyTelemedia.id)
2. Isi data diri: nama lengkap, email, nomor WhatsApp aktif.
3. Kirim kode OTP lewat WhatsApp dan masukkan kode tersebut untuk verifikasi.
4. Masukkan alamat lengkap (provinsi, kota, kecamatan, desa), dan pilih lokasi di peta.
5. Centang persetujuan syarat & ketentuan, lalu klik “Registrasi.”
6. Biaya yang tertulis di form registrasi adalah Rp 100.000, namun ada keterangan FREE TRIAL untuk pendaftaran awal.

Beberapa laporan media menyebutkan adanya promo dengan harga mulai Rp 29.000 untuk periode tertentu / paket singkat (misalnya 7 hari). Namun, paket bulanannya adalah Rp 100.000 untuk 30 hari.

Cakupan Wilayah Internet Rakyat Surge

Pada tahap awal, layanan Surge Internet Rakyat akan tersedia terutama di:

  • Region 1: meliputi Pulau Jawa, Papua, dan Maluku.
  • Menurut laporan media, 26 mitra lokal telah ditetapkan oleh Surge untuk distribusi di wilayah tersebut.
  • Area jangkauan di luar Region 1 kemungkinan akan berkembang di fase selanjutnya, tergantung pembangunan stasiun basis dan infrastruktur.

Teknologi yang Digunakan

Beberapa aspek teknologi penting:

  • 5G Fixed Wireless Access (FWA): Layanan tidak memakai fiber optik ke tiap rumah, melainkan lewat sinyal 5G dari base station ke modem CPE di rumah.
  • Frekuensi 1,4 GHz: Surge memenangkan lelang pita frekuensi ini, yang cocok untuk jangkauan wilayah luas dengan penetrasi sinyal yang lebih baik dibanding frekuensi tinggi.
  • Open RAN: Arsitektur jaringan terbuka memungkinkan fleksibilitas vendor dan efisiensi operasional, serta potensi biaya investasi lebih rendah.
  • Modem CPE: Pelanggan mendapat modem (Customer Premises Equipment) tanpa biaya sewa, yang akan menghubungkan rumah ke jaringan 5G FWA.

Potensi Pasar dan Dampak Ekonomi-Sosial

Potensi Pasar

  • Komdigi memperkirakan terdapat lebih dari 34,5 juta rumah tangga segmen menengah-bawah yang belum terhubung internet karena harga tinggi.
  • Region 1 (Jawa, Papua, Maluku) diprediksi menjadi wilayah strategis karena kepadatan populasi dan infrastruktur backbone yang telah ada.
  • Dengan teknologi FWA dan biaya operasional yang efisien, Surge dapat mencapai margin yang lebih kompetitif sekaligus menyediakan layanan sosial.

Dampak Sosial

  • Pemerataan koneksi: Membawa konektivitas ke rumah-rumah yang sebelumnya sulit dijangkau fiber, termasuk pelosok atau daerah perkotaan padat tanpa infrastruktur fisik.
  • Keterlibatan digital: Akses internet stabil dan murah bisa mendorong literasi digital, pendidikan online, UMKM, dan partisipasi ekonomi digital.
  • Efek inklusif: Menurut Menkominfo Meutya Hafid, program semacam ini penting agar segmen menengah dan bawah bisa menikmati broadband tanpa beban biaya tinggi.
  • Pertumbuhan industri telko: Model Open RAN dan FWA dapat membuka peluang untuk pemain lokal atau lebih kecil untuk ikut membangun infrastruktur, tidak hanya operator besar.

Tantangan dan Risiko

Meskipun banyak potensi positif, terdapat beberapa tantangan yang perlu diperhatikan:

1. Cakupan tidak merata

Walau Region 1 ditargetkan awal, belum ada kepastian bahwa semua kabupaten/kota di area tersebut akan langsung terlayani. Untuk wilayah terpencil atau sangat rural, pembangunan base station mungkin lambat.

2. Kepadatan penggunaan

Jika banyak pelanggan dalam satu area menggunakan Internet Rakyat, risiko kemacetan (congestion) pada base station bisa muncul, menurunkan kecepatan efektif.

3. Biaya operasional

Meskipun FWA lebih hemat dibanding fiber di banyak kasus, tetap ada biaya pembangunan BTS, pemeliharaan, dan operasional modem CPE yang harus dikelola dengan baik.

4. Keberlanjutan harga

Harga promo sangat rendah (seperti Rp 29 ribu per laporan media) mungkin tidak bisa dijaga selamanya jika biaya operasional tinggi. Model bisnis harus seimbang agar tidak merugi.

5. Regulasi dan spektrum

Perlu dukungan regulasi yang stabil agar operator seperti Surge bisa membangun secara agresif dan efisien. Selain itu, alokasi spektrum harus dipertahankan dan dikelola dengan baik.

6. Literasi dan adopsi

Meskipun ada layanan, masyarakat mungkin membutuhkan edukasi agar bisa memanfaatkan koneksi internet dengan maksimal (misalnya tentang keamanan, manajemen kuota, pemakaian untuk edukasi).

Kritik dan Respons

Beberapa pengamat dan pengguna memberikan kritik sekaligus berharap program ini berjalan sukses:

  • Ada pertanyaan apakah kecepatan 100 Mbps adalah batas infrastruktur per pengguna atau kecepatan puncak teoritis.
  • Ada kekhawatiran bahwa promo awal sangat rendah (Rp 29 ribu) bisa “bait-and-switch” — yakni tarif naik di masa depan setelah pelanggan melekat.
  • Namun, banyak yang menyambut baik karena ini bisa menjadi solusi nyata untuk memperkecil kesenjangan digital di Indonesia, terutama di segmen yang sulit dijangkau oleh fiber.

Masa Depan dan Ekspansi

Beberapa kemungkinan perkembangan ke depan:

Perluasan wilayah

Jika pilot Region 1 sukses, Surge bisa memperluas layanan ke region lain (Sumatera, Kalimantan, Sulawesi) dengan menambahkan BTS FWA dan mitra lokal.

Varian paket

Saat ini hanya ada paket 30 hari, tetapi di masa depan bisa muncul paket jangka panjang, paket promo, atau paket dengan variasi kecepatan.

Kolaborasi lokal

Surge telah menunjuk mitra lokal (26 mitra untuk distribusi) untuk mempercepat penetrasi.

Inovasi teknologi

Dengan model Open RAN, Surge bisa mengganti atau meningkatkan perangkat secara lebih fleksibel, atau memakai teknologi masa depan untuk efisiensi operasional.

Dampak sosial dan ekonomi

Jika berhasil, program ini bisa mendorong pertumbuhan UMKM digital, pendidikan jarak jauh, dan ekosistem ekonomi digital di daerah yang sebelumnya kurang terlayani.

Kesimpulan

Program Surge WiFi Internet Rakyat merupakan inisiatif berani dan strategis untuk menjangkau segmen masyarakat yang belum menikmati koneksi internet cepat dengan harga terjangkau. Dengan teknologi 5G FWA berbasis Open RAN, gratis modem, kecepatan hingga 100 Mbps, dan harga tetap Rp 100.000 per bulan, layanan ini berpotensi mengubah lanskap konektivitas di Indonesia.

Meski ada tantangan (seperti cakupan wilayah, risiko kepadatan, dan keberlanjutan harga), potensi dampak sosial-ekonomi sangat besar — dari pemerataan digital hingga pemberdayaan ekonomi lokal. Jika dikelola dengan baik dan diperluas secara tepat, Internet Rakyat Surge bisa menjadi model akses internet masa depan yang inklusif dan terjangkau bagi banyak rakyat Indonesia.

Advertisement