Beranda Sastra Bingkai Kata CITA-CITA

CITA-CITA

622
BAGIKAN
CITA-CITA
Foto: Ilustrasi - Istimewa

Pelitabanten.com – Lagi, aku harus mengejar bis kota yang mengebut karena balapan rebut penumpang dengan bus kompetitornya dengan jurusan yang sama.

Hidup memang selalu berlari dan saling kejar mengejar. Kebaikan dan kejahatan saling berkejaran, Polisi dengan penjahat juga berkejaran, tugas dan deadline kejar-mengejar, pun hidup dan mati, usia dan jatah hidup juga saling mengejar pada satu garis yang kian hari makin mendekati satu titik pertemuan.

Kata guru SDku dulu, “gantungkan cita-cita setinggi langit, lalu kejarlah untuk meraihnya…” Nasihat itu kian usang, namun tetap akan selalu relevan dalam kehidupan, mengejar cita-cita…

Lalu, “apa cita-cita Anda saat ini?” Dalam sebuah sesi motivasi bagi orientasi karyawan baru di kantorku, aku selalu memulai dengan pertanyaan sederhana itu.

Foto: Ilustrasi - Istimewa CITA-CITA CITA-CITA antara cinta dan cita cita
Foto: Ilustrasi – Istimewa

Menariknya, dari sekian kali sesi itu aku isi, selalu sebagian dari mereka merasa kesulitan menuliskannya. “Dulu sich ada, tp sekarang apa ya cita-citaku?”. Bahkan seorang pernah bertanya “masih perlu ya bercita-cita?”.

Perlukah cita-cita? Steven Covey dalam bukunya 7th dan 8th habits highly effective people menuturkan betapa penting memiliki sebuah cita-cita. Dalam hidup, kita harus selalu “begin with the end of mind…”.

Jadi, cita-cita sampai kapanpun tetap diperlukan, karena dengan cita-citalah hidup kita memiliki semangat dan landasan untuk mewujudkan sesuatu yang berarti dalam hidup.

“Mas, sy lagi gak semangat nih, rasanya hidup ini kok gak menarik lagi… Bosan…”.   Keluh seorang teman yang tengah galau.

Setelah melalui perbincangan singkat, akhirnya nyatalah bahwa kini ia tengah kehilangan orientasi hidup, ia kehilangan cita-cita. Bayangan tentang apa yang ingin dicapai dalam hidupnya menjadi tidak nyata tergambar.

Dalam buku “Melihat Tanpa Mata”, aku banyak mengulas tentang para sahabat dan orang-orang yang konsisten mengejar mimpinya. Salah satunya mengenai Dani, seorang rekan yang hingga kini tidak bisa berenang, namun bercita-cita keliling dunia menjadi pelaut. Kini, sudah beberapa kali ia keliling dunia dengan kapal laut.

Baca juga :  PILIHAN

Sesuai cita-citanya, Sejak lulus SLTA, ia memilih tidak sekolah ke pelayaran, melainkan ke perhotelan, selanjutnya memperdalam bahasa inggris. Ia tak pernah sekalipun melamar kerja di Hotel, melainkan melamar menjadi petugas kapal pesiar. Terwujud bukan?

Frederick W Smith,dalam tugas sekolah pembuatan makalah bisnis, pernah mengajukan cita-citanya membangun bisnis jasa ekspedisi angkut barang. Makalahnya yang detail itu, malah ditertawakan dan mendapat nilai jelek. Namun tekad mengejar cita-cita menghantarkannya menjadi raja bisnis ekspedisi, dengan nama Federal Express (FedEx).

Charles GoodYear, yang bercita-cita menciptakan karet ban terbaik, mewujudkan mimpinya hingga meminjam uang ke rentenir dan dipenjara akibat tak mampu membayar. Di dalam penjara dia tetap bereksperimen dengan karet mentah yang dibawa istrinya saat berkunjung. Walhasil, cita-cita terwujud menjadi pencipta ban vulkanisir pertama di dunia.

Agnes monica sempat cemooh khalayak karena cita-citanya menjadi penyanyi yang go International. Namun khalayak terhenyak saat ia mampu mengejar cita-cita yang terlihat hanya sebatas mimpi di siang bolong.

Lantas, apa bedanya cita-cita dan mimpi? Margono Tanuwidjaja yang kini menjabat sebagai Direktur Marketing AHM, menuturkan “Mimpi adalah keinginan yang belum direncanakan, sedangkan cita-cita adalah keinginan yang sudah direncanakan dan sedang dikejar saat ini..”.

Jadi apakah anda punya mimpi? Jadikan mimpi anda menjadi cita-cita, lalu kejar dan raih apa yang sudah direncanakan…

Cara terbaik memulai sesuatu adalah berhenti berceloteh, lalu kejar dan wujudkan apa yang sudah direncanakan..!!!

Lantas, apa cita-cita Anda saat ini?

Oleh: Abdul Latief S Mulyadi

 

BAGIKAN