Tim BPCB Lakukan Kajian Tehadap Makam Ki Buyut Jenggot, Ini Penjelasan Prosesnya

Tim BPCB Lakukan Kajian Tehadap Makam Ki Buyut Jenggot, Ini Penjelasan Prosesnya
Kajian, Tim BPCB Saat Mendatangi Makam Keramat Ki Buyut Jenggot di Panunggangan Barat Kota Tangerang. Foto Pelitabanten.com (Istimewa)

KOTA TANGERANG, Pelitabanten.com – Plt Kepala Dinas Budaya Pariwisata dan Pertamanan (Disbudparman) Kota Tangerang Mughiya Wardani menegaskan bahwa saat ini Tim dari Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Banten (BPCB) sedang melaksanakan kajian terhadap makam keramat Ki Buyut Jenggot atau Tubagus Rajasuta bin Sultan Ageng Tirtayasa.

Makan tersebut berlokasi di Kelurahan Panunggangan Barat, Kecamatan Cibodas Kota Tangerang, Banten.

Kajian itu dilakukan sebagai tindak lanjut dari kunjungan Tim BPCB ke Makam Ki Buyut Jenggot atau Tubagus Rajasuta beberapa waktu lalu.

“Tim BPCG minggu kemarin sudah ke lokasi, dan saat ini mereka sedang melakukan kajian terhadap makam tersebut, ” Ungkapnya dalam keterangan diterima Pelitabanten.com. Senin, (8/8/2022).

Berdasarkan keterangan dari BPCB, lanjut Mughi mereka memerlukan tenggang waktu cukup lama mengingat proses asesmen yang komplek.

“Prosesnya butuh waktu yang cukup lama, jadi kita tunggu aja hasil asesmen mereka, ” tutur Mugi.

Mughi menambahkan bahwa dalam melakukan asesmen tersebut juga diperlukan untuk dibentuk tim ahli yang bersertifikat, yang berasal dari beberapa disiplin ilmu.

“Itu kalau berdasarkan aturan harus bersertifikat dan SKnya ditandatangan oleh Gubernur, ” Jelasnya.

“Timnya tidak hanya arkeolog ada juga arsitek jadi gabungan dan harus bersertifikat, ” Pungkasnya.

Sebagai informasi untuk diketahui, lokasi Makam Keramat Ki Buyut Jenggot tersebut rencananya akan dijadikan lokasi perumahan yang sedang dibangun oleh PT Villa Permata Cibodas (Lippo Group).

Hal tersebut menimbulkan banyak reaksi dari masyarakat Kota Tangerang, masyarakat Banten pada umumnya. Sebab isu berkembang rencananya makan tersebut akan di gusur untuk direlokasi.

Disebut para tokoh agama, aktivis dan pemuda makam yang berada di wilayah Panunggangan Barat tersebut sudah menjadi bagian dari peninggalan sejarah perjuangan para ulama di Banten.