Beranda Peristiwa Nasional Amien Sunaryadi Jangan Lempar Tanggung Jawab

Amien Sunaryadi Jangan Lempar Tanggung Jawab

183
BAGIKAN
Audit Investigasi SKK Migas, Amien Layak Diganti
Foto: Amien Sunaryadi, Kepala SKK Migas.

JAKARTA, Pelitabanten.com – Amien Sunaryadi Jangan Lempar Tanggung JawabLembaga Kajian dan Advokasi Energi dan Sumber Daya Alam (LKA ESDA) mendesak agar temuan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI terkait kerugian negara segera ditindaklanjuti oleh penegak hukum.

Baca juga :  Sultan Banjar Beri Gelar Pangeran Harya untuk AM Hendropriyono

“Dalam kasus penunjukan langsung seperti ini biasanya pejabat tertinggi lembaga melempar tanggungjawab ke jajaran bawahannya. Amien Sunaryadi jangan mencari “kambing hitam’ dengan mengorbankan anak buahnya,” Direktur LKA ESDA, AC Rachman yang dihubungi di Jakarta, Rabu (26/10/2016).

Menurut dia, keganjilan kasat mata dalam penunjukan konsultan tersebut, seharusnya tidak terjadi. Apalagi Amien Sunaryadi sebelum diangkat sebagai Kepala SKK Migas dikenal sebagai akuntan dan mantan jajaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Selain itu, penunjukan Poten setelah SKK Migas memberikan rekomendasi persetujuan revisi Plan of Development (PoD) Blok Masela ke Menteri ESDM juga sangat aneh dan menimbulkan kecurigaan.

“Dengan fakta yang demikian, sudah barang tentu pihak konsultan yang ditunjuk oleh SKK Migas akan memberikan opini yang sejalan dengan rekomendasi SKK Migas ke Menteri ESDM,” katanya.

Baca juga :  Pertemuan Presiden Jokowi dengan Megawati Soekarnoputri di Istana Negara

Dia juga menegaskan, keputusan tidak pantas itu juga telah menggerus uang rakyat Rp 3,8 miliar karena bersumber dari APBN. Padahal semestinya studi terkait pengembangan Blok Masela dilakukan oleh Inpex Corporation selaku kontraktor, bukan diambil dari dana APBN.

“Kalau sudah produksi nanti masukan ke dalam perhitungan komponen cost recovery. Bukan dipakai anggaran negara langsung dan saya yakin tidak ada alokasi biaya konsultan yang ditunjuk karena proses penunjukan langsung dilakukan pada sekitar bulan Oktober 2015 atau jelang akhir tahun,” katanya. (Mkd)