Beranda Pendidikan Alumni Teknik Mesin UBK Membangun Kemandirian Desa Banjarharjo Pangandaran

Alumni Teknik Mesin UBK Membangun Kemandirian Desa Banjarharjo Pangandaran

2284
BAGIKAN
Alumni Teknik Mesin UBK Membangun Kemandirian Desa Banjarharjo Pangandaran
Supriyanto, Alumni Teknik Mesin Universitas Bung Karno, pencipta alat penghancur bebatuan untuk dijadikan batu split, Desa Banjarharjo, Pangandaran

PANGANDARAN, Pelitabanten.com – Bebatuan merupakan salah satu kekayaan alam yang dijadikan sumber kehidupan masyarakat Desa Banjarharjo, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.  Untuk bisa dijual bebatuan tersebut harus di jadikan ukuran yang kecil-kecil, menjadi batu split.

Sebelumnya masyarakat disana harus mengangkut bongkahan batu dengan dipikul dan berjalan kaki.  Dan harus menghancurkan batu  secara manual atau di pukul-pukul dengan palu. Satu kubik batu split dapat dihasilkan dalam waktu yang cukup lama, sekitar dua minggu, barulah bisa dijual.

Supriyatno, salah satu Alumni Teknik Mesin Universitas Bung Karno, pada tahun 2007 mencoba membangun perekonomian masyarakat Desa Banjarharjo, Pangandaran dengan menetap disana. Dirinya mengajarkan masyarakat disana, membuat sebuah koperasi untuk menjalankan usaha bersama dalam penjualan batu split.

Saat dimintai keterangan Sabtu pagi, (18/6/2016), di Desa Banjarharjo, Supriyatno menyampaikan sejak tahun 2007 pula dirinya merakit alat penghancur bebatuan untuk dijadikan batu split dengan sekala menengah. Alat penghancur batu tersebut dapat menghasilkan batu split, satu ton dalam waktu satu jam. Sehingga tidak butuh waktu berminggu-minggu untuk menghasilkan batu split, seperti yang dilakukan masyarakat sebelumnya.

Supriyatno kini juga menjadi salah satu pelaku usaha, penjual batu split di desa tersebut. Melalui koperasi yang telah dibentuknya, masyarakat setempat dapat menggunakan truk yang dikelola bersama untuk pengangkutan bongkahan batu yang telah diambil. Dan dengan adanya koperasi, perputaran ekonomi masyarakat di sana menjadi lebih meningkat.

Usaha Supriyatno membangun masyarakat Desa Banjarharjo bisa dibilang cukup berhasil. Selain memudahkan masyarakat setempat, penjualan batu split pun menjadi lebih cepat, sehingga tercipta perputaran ekonomi yang lebih baik dari sebelumnya.

Saat di mintai keterangan di lokasi yang berbeda, Dian Sumarwan atau yang akrab di sapa Aan, selaku Ketua Ikatan Alumni Teknik Universitas Bung Karno (IKATI UBK) menyampaikan, bahwa apa yang telah dilakukan Supriyatno adalah salah satu contoh yang memang harus dilakukan para Sarjana Teknik dalam membangun kemandirian perekonomian Desa. “Jadi ketika kita lulus tidak langsung berfikir untuk melamar kerja, melainkan menjadi pelaku usaha yang juga dapat membangun kemandirian masyarakat,” ujar Aan kembali.

Baca juga :  SMKN 1 Tangsel Gelar Hajatan Demokrasi Lewat Pemilihan Ketua OSIS Baru
BAGIKAN