Beranda Budaya Air Jadi Perhatian Serius Forum Kebudayaan Dunia

Air Jadi Perhatian Serius Forum Kebudayaan Dunia

220
BAGIKAN
Air Jadi Perhatian Serius Forum Kebudayaan Dunia

BALI, Pelitabanten.com – Air Jadi Perhatian Serius Forum Kebudayaan DuniaAir sebagai sumber daya alam yang paling penting dalam kehidupan manusia, justru kerap luput dari perhatian yang serius tentang sistem pemanfaatannya agar air tetap lestari bagi setiap makhluk hidup di bumi ini.

Baca juga :  Suku Baduy Akan Jalani Ritual Seba Baduy di Lebak dan Pendopo Gubernur

Karena itu, air harus menjadi fokus gerakan kebudayaan yang mendorong setiap manusia peduli pada air. Pemerintah dan perusahaan harus bisa menjaga kondisi air lebih baik, di dalam tanah, di gunung, di sungai, maupun di persawahan. Air harus dikelola dengan baik.

Demikian salah satu pikiran pokok yang muncul dalam World Cultural Forum yang diadakan di Nusa Dua, Bali, 10-14 Oktober 2016. Forum ini diikuti oleh sekitar 900 peserta dari 47 negara.

Para pemerhati budaya dan lingkungan, Satoko Kishimoto, Ali Ashgar Semsar Yazdi, Hendro Sangkoyo, Wayan Windia dan Shinsuke Ota, mendesak pemerintah di setiap negara harus punya regulasi yang jelas tentang sistem pengelolaan air hingga industri air.

“Kita harus berani mendorong pemerintah di setiap negara agar berpikir ulang tentang konsep air,” kata Satoko.

Budayawan Chavchay Syaifullah yang hadir dalam forum tersebut menyebutkan bahwa pertumbuhan sosio-ekonomi di bidang air akan menemukan bentuk-bentuk eksploitasi alam yang lembut namun merusak jika tidak memerhatikan etika lingkungan.

“Kita perlu merenungkan kembali bagaimana filsafat Tri Hita Karana mengajarkan kebahagiaan bagi manusia, yaitu dengan menjaga relasi yang harmonis antara Tuhan, manusia dan alam,” ujar Chavchay.

Para duta besar untuk Indonesia yang hadir dalam simposium itu, merasa tertantang untuk mendorong pemerintahnya memikirkan air lewat pendekatan kebudayaan. Di antaranya Dubes Uganda.

Baca juga :  Chavchay Syaifullah: Penyair Perlu Dalami Al Quran

Di antara kegiatan World Culture Forum, panitia juga membuat agenda kunjungan budaya ke Subak di Jatiluwih, Tabanan, Bali.

Subak merupakan sebutan orang Bali tentang sistem irigasi air yang dibuat untuk memastikan pengairan sawah-sawah di pedesaan berjalan baik.