Bahaya Sampah Elektronik, Bupati Zaki berkolaborasi Dengan EwasteRJ

Bupati Zaki berkolaborasi dengan Rafa Jafar (RJ) yang merupakan Founder EwasteRJ Community dengan mengajak dan mengedukasi para pelajar, mahasiswa dan elemen pemuda di Kabupaten Tangerang mengenai bahaya sampah elektronik (Pelitabanten.com/Dok Ist)
Hari Jadi Kab Tangerang 2021

KABUPARTEN TANGERANG,Pelitabanten.com – Pemerintah Kabupaten Tangerang terapkan gerakan e-waste dengan menggelar kampanye dan sosialisasi, dari bahaya, pengumpulan, pengelolaan hingga pengiriman sampah elektronik ke tempat yang bersertifikat menjadi tema kampanye dan sosialisasi tersebut.

Bupati Zaki berkolaborasi dengan Rafa Jafar (RJ) yang merupakan Founder EwasteRJ Community dengan mengajak dan mengedukasi para pelajar, mahasiswa dan elemen pemuda di Kabupaten Tangerang mengenai bahaya sampah elektronik,“Para pelajar dan pemuda ini merupakan Agent of Change, yang dapat membawa perubahan tersebut hingga ke lingkup terkecil yaitu rumah mereka masing-masing,” katanya

Meminimalisir dampak sampah elektronik menjadi tujuan kegiatan tersebut, nantinya sampah elektronik dikumpulkan untuk dikelola dan dikirim ke tempat pemusnahan sampah elektronik yang sudah terdaftar agar tidak menjadi limbah berbahaya di masyarakat.

Pemkab Tangerang juga menyiapkan penciptaan industri pemusnahan sampah di kawasan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Baca Juga:  Edarkan Upal Dipasar Tangerang, 4 Pelaku Berhasil Ditangkap

Berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang, sebanyak kurang lebih 1.900 ton per hari dihasilkan dari kurang lebih 4 juta populasi masyarakat, sedangkan DLHK baru dapat menangani sekitar 800 sampai 1.000 ton sampah per hari.

Bupati Zaki menjelaskan volume yang di hasilkan sampah rumah tangga sehari dan dampak bahayanya bagi masyarakat, “Untuk sampah elektronik, andaikan satu keluarga menghasilkan sampah elektronik 1 kg per tahun, maka dalam setahun ada sekitar 4.000 ton sampah elektronik di Kabupaten Tangerang yang akan berpotensi membahayakan lingkungan dan kesehatan apabila dibuang sembarangan,” jelasnya.

Hal ini menjadi keprihatinan Bupati Zaki terhadap banyaknya volume sampah di Kabupaten Tangerang dan mengadakan gerakan pengelolaan dan usaha meminimalisir sampah sejak tahun lalu yang masih terus bejalan hingga sekarang.

Sebelumnya, pada tahun 2015 hingga 2016 masyarakat Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, menerima sampah-sampah elektronik karena minimnya pengetahuan mengenai sampah elektronik, sampah tersebut dikirimkan oleh oknum dan dimusnahkan di badan Sungai Cisadane.

Baca Juga:  Pengurus PBVSI Kota Tangerang Resmi Dilantik

Namun saat ini, beberapa Non-Governmental Organization (NGO) ikut berpartisipasi dan sedang menjalankan program-program pemilahan sampah seperti Waste For Change, lalu Bank Sasuci (Bank Sampah Sungai Cisadane) yang menangani sampah sampah di badan sungai, irigasi dan situ.

Dropbox atau tempat khusus pengumpulan sampah juga sudah tersedia di beberapa titik, diantaranya Kantor Kecamatan Pagedangan, AEON Mall BSD dan juga Summarecon Mall Serpong. Nantinya, dropbox pengumpulan sampah elektronik akan ditempatkan di setiap kecamatan.

“Saya berharap gerakan ini dapat menjadi suatu pola hidup baru di masyarakat untuk mulai menyayangi alam,” harapannya.