Keren Jasa, Ini Sosok Dendi Pelukis Air Brush Street Museum di Cipondoh

Keren Jasa, Ini Sosok Dendi Pelukis Air Brush Street Museum di Cipondoh
Dendi Mulfianto, Ditemui Saat Melukis Air Brush di Jalan H. Baan Kecamatan Cipondoh Kota Tangerang, Senin (5/4). Foto Ahmad Syihabudin Pelitabanten.com

KOTA TANGERANG, Pelitabanten.com — Sejak kecil, Dendi Mulfianto mengaku hobi melukis atau menggambar mural, kini Ia sedang melukis tembok sepanjang Jalan H.Baan di bilangan Cipondoh Kota Tangerang.

Keren jasa, warga Kelurahan Poris Plawad Indah, Kecamatan Cipondoh ini begitu terampil dan profesional melukis wajah sejarah presiden-presiden RI hingga tokoh-tokoh pahlawan nasional ditembok yang berdiri memanjang itu.

Lewat tangan dinginnya lokasi yang akan di beri nama street museum oleh penggagasnya itu, dimana masyarakat yang melintas dapat mengenang sejarah negeri lewat gambar tokoh-tokoh nasional.

Ditemui Pelitabanten.com di lokasi saat melukis, Dendi mengaku bahwa keahliannya melukis tidak didapatkannya melalui sekolah khusus, melainkan belajar secara otodidak, dalam melukis dan menggambar dirinya hanya mengandalkan filing serta tekad kuat untuk bisa menggambar secara profesional.

Dia menceritakan, di tahun 1988, Ia sempat bergabung di dunia perfilman, salahsatunya dengan membuat poster film sebagai media promosi saat itu.

Baca Juga:  Rekontruksi Ibu Bunuh Bayi Usai Bersalin Peragakan 20 Adegan

Selanjutnya, pada tahun 1990, Dendi juga menuangkan karyanya dalam billboard. Hingga akhirnya lewat dan menggambar, seluruh Indonesia sudah di jelajah. Namun kata dia, hanya Papua saja yang belum Ia torehkan karya di sana.

“Menggambar hobi saya sejak kecil, semua yang saya buat adalah hasil karya saya secara otodidak dan tidak belajar di sekolah khusus seperti orang-orang. Modalnya cuma tekad dan hobi, ini bisa menjadi penghasilan saya lewat berkarya,” ujarnya saat ditemui, Senin, (5/4/2021) sore.

Dendi kembali meneruskan ceritanya, sembari tangannya yang lentur tetap melukis tembok yang akan digambar wajah jendral Ahmad Yani, kata dia, dirinya sempat mendapat juara 1 lomba lukis yang digelar oleh Perumahan Banjar Wijaya pada tahun 1997, lomba tersebut di ikuti peserta se- Jabodetabek, sebagai pemenang ia di minta untuk menggambar di beberapa perusahaan besar yang saat itu menyaksikan perlombaan.

Baca Juga:  Disbudpar Kota Tangerang Dialog Budaya Bersama Komunitas Seni

“Dulu, Kota Tangerang masih sepi bahkan mural tidak di lirik oleh masyarakat dan Pemerintah Daerah. Harusnya, Pemerintah bisa memberikan support dan dukungan kepada para untuk bisa tetap berkarya,” tuturnya.

Ia menjelaskan, tidak hanya pemerintah saja, support pemuda juga sangat penting. Seperti yang saat ini dilakukannya, minat pemuda di wilayah masih sangat kurang dalam seni. Padahal, seni bisa membuat apa yang abstrak menjadi nyata.

“Seperti saat ini, saya menggambar pahlawan di tembok. Ini sebagai edukasi yang nantinya bisa dimanfaatkan masyarakat dan pemerintah daerah khususnya Dinas Pendidikan memberikan pelajaran sejarah mengenai perjuangan pahlawan meraih kemerdekaan,” jelasnya.

Pria kelahiran Malang 1964 ini mengungkapkan, dalam menggambar tidak semua seniman mudah menggunakan air brush. Karena, banyak seniman yang menggunakan kuas beralih ke air brush membutuhkan waktu untuk bisa menguasai dan beradaptasi.

Baca Juga:  Usai Bersalin Ibu Bekap Bayinya Hingga Tewas

“Biasanya untuk gambar detail seperti yang saya lakukan ini, menggunakan air bsh. Kalau pakai kuas, membutuhkan waktu lama dan bahkan 1 gambar bisa memakan waktu 1 sampai 2 hari. Kalau air brush ini, bisa jadi beberapa gambar,” tutupnya sambil terus melukis.