Kanit Rustandi Tidak Mengetahui Terkait SPK Bodong DAU-T Penancangan

Surat Perintah Kerja (SPK) Palsu atau Bodong pekerjaan DAU-T Tahun 2020,(Pelitabanten.com/Dok Ist)

SERANG, Pelitabanten.com – Terkait pengakuan Ahmad Yani mengenai Surat Perintah (SPK) Palsu atau Bodong, tentang pekerjaan projek DAU-T Tahun 2020 di Kelurahan Penancangan, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, katanya sudah di proses di Polda Banten dan berjanji akan mengganti Rugi 3 Minggu ke depan, pada Hari Rabu (31/03/2021) awak media langsung ke Polda Banten untuk mempertanyakan pengakuan Ahmad Yani ke Kanit Rustandi yang berada di ruang kerjanya, Sabtu, (03/04/2021).

Surat Perintah Kerja (SPK) DAU-T Tahun 2020, yang di buat oleh Ahmad Yani untuk membohongi Pengusaha LN Kontraktor asal Tangerang hakirnya mengakui, pengakuan yang di utarakan Ahmad Yani dengan awak media melalui telpon Whatsapp Hari Senin (05/03/2021) dan di Rumah Makan Rawitan Telaga Bestari Hari Kamis (08/03/2021) dengan awak media.

Pengakuan Ahmad Yani dengan awak media jelas jelas dia hanya berkelit, bahwa kasusnya sudah di tangani dengan pihak Polda Banten oleh Kanit Rustandi, dengan rekaman jurasi 11 menit, 48 detik Ahmad Yani menjelaskan dengan awak media , “Jadi gini pak permasalahan ini sudah di mediasi dan di musyawarahkan di Polda waktu itu sama pak Rifan disaksikan Pak Haji Iwan, ada pak Kanit Rustandi di sana kami sudah mengambil jalan musyawarah, pertama kami mengembalikan apa yang sudah di berikan Pak Rifan kesaya terkait kemitraan, saya waktu itu bermusyawarah akan mengganti biaya material, nah ini yang sedang saya bereskan, tadi juga saya sudah telpon pak Rifan, bapak komunikasi sama pak Rifan silakan, jadi dari seluruh matrial itu sudah kita hitung bareng, sudah saya terima mau kita selesaikan dan bereskan 3 Minggu kedepan,” jelasnya.

Baca Juga:  Maulid Nabi 1440 H : Polisi Cinta Masjid, Pererat Ukuwah dan Silaturahmi

Pengakuan Ahmad Yani yang sudah di proses Polda Banten dengan Kanit Rustandi itu di bantah keras, Kanit Rustandi tidak pernah menangani kasus Ahmad Yani DAU-T Tahun 2020 di Kelurahan Penancangan malah yang pernah di tangani kasus Ahmad Yani tentang pengaduan Pak Iwan Masalah Kasus  Alat Kesehatan (Alkes) di Kota Serang,” Tidak ada laporannya ke kita, itu hanya pihak-pihak saja pembicaraan di luar antara pak Iwan dengan dia, saya tahu persis kasus itu sesuai dengan laporan pengaduannya terkaitan pak haji Iwan Proyek Alkes di Kota Serang, dia mengembalikan ke pak Haji Iwan langsung,” terangnya Kanit Rustandi.

Dari bulan Desember 2020 sampai sekarang janji janji yang ingin di gantikan biaya yang sudah di berikan ke Ahmad Yani dari si Korban itu belum di selesaikan, Pengusaha Kontraktor asal Tangerang akan mengambil jalur hukum, dengan apa yang sudah di perbuat Ahmad Yani, Sudah melakukan penipuan membuat Surat Perintah Kerja (SPK) Palsu atau Bodong.

Baca Juga:  Tasyakuran Da'i Kamtibmas Karawaci Untuk Pemilu Damai 2019

Semetara LN melalui H Iwan saat ditemui di rumahnya mengatakan, oknum Ahmad Yani pengen di usut tuntas sampai ada tersangka dan menganulir pencabutan laporan yang kemaren,karena komitmentnya tidak bener.

“Iya saya pengen di usut tuntas sampai ada tersangka”,ungkapnya saat di temui di rumahnya,” tegasnya.