Beranda Peristiwa Kabupaten Lebak Masyarakat Desa Cibuah Lakukan Aksi Unjuk Rasa Akibat Penutupan Akses Jalan

Masyarakat Desa Cibuah Lakukan Aksi Unjuk Rasa Akibat Penutupan Akses Jalan

Warga Desa Cibuah, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak lakukan unjuk rasa prihal penutupan akses jalan.
Warga Desa Cibuah, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak lakukan unjuk rasa prihal penutupan akses jalan.

LEBAK, Pelitabanten.com–   Desa Cibuah yang tergabung dalam Aliansi Cibuah melakukan aksi unjuk rasa akibat ulah seorang warga bernama Heri Juhrori (60), warga Desa Cibuah, Warunggunung, Kabupaten yang menutup akses jalan Kampung Kerta Mukti, Desa Cibuah dengan menggunakan pagar besi.

Hal itu dilakukan Heri, karena jalan tersebut diklaim berada di lahan miliknya yang dipinjam oleh pihak pemerintah desa setempat.

Menurut Heri, awalnya jalan tersebut dari depan sampai pinggir rumahnya sepanjang 120 meter, tapi menggunakan lahan untuk jalan sepanjang 187 meter.

“Sampai belasan tahun dibiarkan, ternyata jalan yang dipakai sampai 187 meter ke belakang,” ungkap Heri Juhrori pemilik lahan.

Karena jalan yang dipakai sampai 187 meter oleh setempat, alasan itulah yang menyebabkan dirinya menutup jalan dengan pagar besi setinggi 1,3 meter dan lebar sekira 1,20 meter.

Baca Juga:  Bicarakan Persikota, Raffi Ahmad Temui Wali Kota Tangerang
Warga Desa Cibuah, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak lakukan unjuk rasa prihal penutupan akses jalan.
Desa Cibuah, Warunggunung, Kabupaten lakukan unjuk rasa prihal penutupan akses jalan.

Isma  (33) yang tergabung dalam Aliansi Cibuah menyatakan sangat dirugikan dengan ulah yang mengaku pemilik lahan tersebut.

“Kita sudah mengikuti maunya oranf itu, akan tetapi tetap saja pihaknya merasa benar dan semaunya, tanpa memikirkan nasib Kampung Kerta Mukti, Desa Cibuah. Padahal jalan tersebut merupakan jalan yang dulunya disita oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),” ucap Isma via telepon.

Isma juga menjelaskan Akibat penutupan jalan tersebut menimbulkan reaksi dari warga, sehingga melalui musyawarah yang dihadiri oleh perangkat desa (Sekdes), BPD, aliansi cibuah, Tokoh dan para pemuda bersepakat bahwa permasalahan tersebut harus diselesaikan oleh kepala desa dikarenakan jalan merupakan pasilitas umum (Aset Desa). Sesuai UU Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa pasal 19 dan pasal 76.

juga telah melaporkan permasalahan ini kepada Camat Warunggunung dan Dinas Pemberdayaan Desa (DPMD Kab. Lebak) agar permasalahan ini bisa di selesaikan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Disbudpar Kota Tangerang Dialog Budaya Bersama Komunitas Seni

Isma juga menanggapi bahwa seharusnya yang menjadi pihak tergugat adalah Pemerintahan Desa Cibuah bukan warga, karena hanya sebagai pemanfaat pasilitas umum. “Sedangkan Pemerintahan Desa Cibuah merupakan instansi yang berwewenang dan bertanggungjawab terhadap aset desa,” lanjutnya.

“Akibat dari penutupan itu, pun memilih yang hanya bisa dilakui oleh kendaraan roda dua. pun mengaku kesulitan karena tak bisa beraktivitas seperti biasanya,” tutupnya. (MIR)