Beranda Peristiwa Kota Tangerang Gairah Menulis Guru: Sebuah Keniscayaan

Gairah Menulis Guru: Sebuah Keniscayaan

Gairah Menulis Guru Sebuah Keniscayaan
ILUSTRASI (Todoran Bogdan/Pexels)

Pelitabanten.com – Keluh kesah dari kebanyakan  tenaga profesional kependidikan (guru), sulitnya untuk mengikuti kenaikan jenjang kepangkatan bagi seorang pendidik dengan syarat harus mempunyai karya Ilmiah  / publikasi ilmiah  berupa tinjauan ilmiah, terjemahan,  artikel, , penelitian Tindakan kelas (PTK).  Pedoman penulisan tertuang pada aturan pedoman buku 4  dalam kegiatan Pengembangan Keprofesiolan Berkelanjutan (PKB) dan angka kredit.

Berdasarkan Permennegpan dan Reformasi  Birokrasi Nomor 16 Tahun 209 yang dimaksud dengan pengembangan Keprofesian berkelanjutan (PKB) adalah pengembangan guru yang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan bertahap, berkelanjutan untuk meningkatkan profesionalitasnya.

Guru sebagai tenaga professional mempunyai fungsi, peranan yang  sangat penting di era millennial dalam mencapai visi kemendikbud tahun 2025 yaitu ; menghasilkan Insan Indonesia Cerdas dan Kompetitif. Sehingga  profesionaisme guru sangat dibutuhkan. Pada Undang_ Undang gutru dan dosen Nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen. Konsekuensi  dari jabatan guru sebagai profesi  sangat dibutuhkan pembinaan dan pengembangan terhadap profesi guru secara terprogram, terinci dan berkelanjutan sangat diperlukan.  Pengembangan Profesi  berkelanjutan akan membelajarkan kepada seorang pendidik agar tetap melakukan literasi  baik pada disiplin ilmu yang diampu maupun disiplin ilmu yang lainnya.  Pengembangan profesi berkelanjutan juga memberikan efek positif  untuk peningkatan penguasaan ilmu komputer, sehingga seorang pendidik akan melek IT  tidak  Gaptek. Kemampuan untuk mengembangkan profesi berkelanjutan akan  membantu guru untuk melakukan keterpaduan materi dengan fenomena alam yang terjadi  dalam setiap  materi pembelajaran.  Pembelajaran yang dilakukan oleh guru dengan metode keterpadaun antara teori di buku dengan kontekstual  fenomena yang terjadi akan menjadi lebih menarik bagi .

Baca Juga:  Ridwan Saidi : Suara Azan Alirkan Gelombang Bersih

Ilmu geografi merupakan ilmu yang  memiliki tingkat kompleksitas yang sangat tinggi, kemampuan guru di bidang akan sangat membawa pengaruh terhadap hasil pembelajaran geografi.  Materi pelajaran geografi  bisa bersifat social dan bersifat fisik berbasis IT ( Informasi Teknologi). Kemampuan seorang geograf dalam  aplikasi  teknologi memberikan inspirasi tersendiri bagi siswa. Multi manfaat bagi guru geografi yang berusaha untuk mengembangan professional berkelanjutan (PKB)   dengan menulis apa yang guru lihat, apa yang guru rasakan , apa yang guru jalani sangat mengasah kecerdasan bagi guru sendiri maupun kemapuan bernalar siswa.

Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta mengadakan Webinar  dan Bimtek tentang penulisan artikel , geografi, proposal penelitian Tindakan kelas  bersama dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran Geografi Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Walaupaun tidak banyak pesertanya tetapi malah intensif dan banyak mengahasilkan karya yang luar biasa. Bentuk kepedulian  Fakulatas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta bisa mengalirkan, memotivasi , menginspirasi semangat bapak  ibu guru untuk menorehkan tulisannya.

Di masa pandemi ini banyak kesempatan untuk menulis, mengembangkan profesi berkelanjutann melaui zoomeeting, googlemeeting  Sungguh kesempatan emas yang tersia- jika tidak mengikuti kegiatan webinar, bimtek yang dilaksanakan oleh Fakultas Geografi Universitas Surakarta (UMS) yang menberikan kesempatan guru untuk bisa berwawasan lebih luas, bisa menulis geografi dalam perspektif yang sangat luas. Proses pembimbingannya sangat intensif dan membuat semakin percaya diri untuk menorehkan tulisan yang akan memberikan  suatu kenangan yang sangat bermanfaat bagi dunia Pendidikan yang secara langsung diapliksikan dalam kehidupan sehari hari, menambah pengetahuan untuk pembelajaran maupun aplikasi kehidupan sehari hari,

Baca Juga:  Budidaya Kaktus Untuk Pemula

Perkembangan jaman menuntut seorang guru  geografi yang cerdas dalam segala situasi baik situasi aman , maupun situasi yang tidak aman.  Tergelitik juga ketika  ada ungkapan dari anak didik kita  geografi sekarang menjadi ilmu yang sangat menarik bagi siswa siswi  Sekolah Menengah Pertama maupun  Sekolah menengah Atas karena keunikan materi yang dimiliki oleh pelajaran geografi, bahkan geografi sering dijadikan favorit pembelajaran karena adanya materi inderaja, Sistem informasi Geografi, materi geografi sosial, materi geografi fisik  yang sangat aplikatif dalam kehidupan sehari – hari.  Sempat meluncur pertanyaan “ naak kenapa anak mengambil kuliah di jurusan geografi , jawab si anak  dunia semakin tua bu ,banyak sumber alam yang tersingkap muncul di permukaan dan hampir setiap lini kehidupan membutuhkan ilmu geografi pendekatanannya”.

Seorang guru yang imajinatif akan mudah menyampaikan materi geografi. Kemampuan imajinatif , inspiratif merupakan titik awal / modal awal untuk menorehkan suatu ide  dan gagasan secara deskripti maupun persuasive. Semua materi pembelajaran geografi sangat menarik jika dibuat suatu tulisan, siswa akan memiliki pemahaman yang lebih. Ibarat kata menulis adalah suatu kemampuan yang harus diasah terus menerus tanpa rasa takut tentang tulisannya yang salah, asal kita tetap mengacu pada pakem disiplin ilmu utama yang kita miliki maka akan mempercepat munculnya inspirasi untuk suatu penulisan ilmiah. Kemampuan menulis tanpa diasah, dibimbing dan segera menulis maka tidak akan jadi sebuah tulisan . Banyak orang mengatakan  dalam Bahasa jawa  “ halah mung koyo ngono wae ditulis” tapi belum tentu yang membuat ungkapan tadi juga mudah untuk menelurkan ide gagasanyya dalam bentuk tulisan.  Berani tanpa takut salah dalam menulis itu perlu dengan dibimbing oleh seorang Dosen contohnya Dosen – Dosen Fakultas Geografi Universitas Surakarta (UMS) yang intens membimbing guru – guru geografi.  Webinar yang dikemas dalam bentuk workshop ini didesain untuk meningkatkan profesionalisme guru dalam menulis 4 ketrampilan yaitu jurnal, PTK, puisi geografi dan nulis di Koran. Kegiatan ini berbasis pengembangan artinya harus memiliki produk publikasi berupa buku ber isbn atau artikel  publish di jurnal atau Koran. Alhamdulillah keempatnya bisa terealisir dan in shaa Allah akan memberi manfaat individu, Institusi maupun meningkatkan gaung geografi di .

Baca Juga:  Memahami Dan Cara Mencegah Pandemi Covid-19

Penulis:
Any Latifah, S.Pd., M.Sc (Guru geografi pada SMA 11 Yogyakarta)
Drs.H.Priyono, (Dosen Fakultas Geografi UMS dan Kolumnis Radar Solo)

SUMBERBPPKB Banten DPRT Cibodas Amankan 2 Geng Motor yang Mengatas Namakan American Cobam