Beranda Peristiwa Kabupaten Pandeglang Masa Aksi Yang Terdiri Dari Masyarakat Cigelis dan Mahasiswa Geruduk PT. GAL

Masa Aksi Yang Terdiri Dari Masyarakat Cigelis dan Mahasiswa Geruduk PT. GAL

Masa Aksi Yang Terdiri Dari Masyarakat Cigelis Dan Mahasiswa Geruduk PT. GAL

PANDEGLANG, Pelitabanten.com – Mahasiswa bersama Puluhan Masyarakat gelar aksi di PT. Globalindo Agro Lestari (GAL) yang terletak di Kawasan Kecamatan Cigeulis (09/03/21).

Aksi ini didasari oleh keresahan Masyarakat sekitar lokasi PT. GAL, yakni Desa Karangbolong dan Desa Banyuasih, dimana serapan mata air yang dilakukan oleh pihak Perusahaan amat merugikan bagi Masyarakat sekitar, ditambah lagi dengan berbagai limbah yang mencemari lingkungan berasal dari ampas sawit yang berserakan di tepi jalan umum.

Agung Lodaya WK selaku korlap aksi menuturkan “sejak berdirinya perusahaan ini, masyarakat menaruh harapan agar mereka bisa meningkatkan perekonomiannya, namun pada faktanya yang terjadi berbanding terbalik, di mana tenaga kerja yang seharusnya 80% dari warga lokal ini hanya 20% yang digunakan. selain daripada itu pencemaran lingkungan yang dilakukan pihak perusahaanpun sangat amat merugikan masyarakat sekitar” Ujarnya.

Baca Juga:  Rutan Rangkasbitung Berbakti Dalam Seba Baduy Day

Selain dari pada itu, Masyarakat sekitarpun mempertanyakan tentang alokasi Dana CSR (Corporate Sosial Responsibility) yang selama ini tidak dirasakan oleh mereka.
“jelas-jelas, dana itu harus dikeluarkan oleh pihak perusahaan sebagai bentuk tanggung jawab sosial untuk lingkungan sesuai dengan UU No.40 Tahun 2007, namun sampai sekarang tidak ada sedikitpun yang dirasakan kami, mereka (perusahaan) hanya bisa merusak lingkungan kami tanpa kontribusi, hanya merusak alam kami.” Ujar salah satu Warga.

Menejer Perusahaan PT.GAL, mencoba menemui masa aksi untuk memberikan klarifikasi yang terjadi, alhasil apa yang disampaikan itu hanya sebuah ‘Janji Manis’ saja.

“kita akan gelar aksi lanjutan dengan, jika memang perusahaan ini tidak bisa bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya selama ini, bilaperlu kita akan dorong pemerintah daerah untuk mencabut izin perusahaan tersebut.” Tegas Agung Lodaya WK.