Ponakan Keroyok Paman Hingga Babak Belur Hanya Karena Burung Dara

Supandi Saat Melapor ke polsek Cipondoh Untuk Meminta Proses Hukum Terhadap Ponakannya Tetap Berjalan, Rabu (24/2). Foto Pelitabanten.com

KOTA TANGERANG, Pelitabanten.com — Sepele, hanya karena burung dara, Supandi (40) warga Kelurahan Pinang, Pinang, Kota Tangerang Banten. menjadi korban pengeroyokan hingga babak belur.

Mirisnya lagi, pelaku berinisial RMA (24) dan SS masih terikat hubungan yakni antara paman dan ponakan. Pelaku tidak terima ditegur.

Sedangkan satu pelaku berinisial BKR merupakan teman RMA.

Pelaku RMA menuding bahwa burung dara miliknya dilepas oleh anak korban. Padahal istri dari Supandi sudah menjelaskan bahwa burung dara milik pelaku tidak dilepas tapi terlepas sendiri.

Sebagai orang tua Supandi berusaha untuk menengahi permasalahan yang terjadi tersebut agar tidak terjadi keributan antar keluarga.

“Menurut RMA, anak saya melepas burung daranya. Karena istri saya melihat makanya dijelaskan bahwa anak saya tidak melepaskan melainkan terlepas sendiri. Tetapi RMA ngotot kalo burungnya dilepas karena anak saya, disitu RMA juga berkata kasar kepada istri saya makanya saya tegur,” ujarnya saat ditemui Pelitabanten.com di Mapolsek , Rabu (24/2/2021).

Baca Juga:  Remaja Terduga Pelaku Pengeroyokan Diringkus Polisi

Supandi menambahkan, setelah terjadi adu mulut dengan istrinya, maka Ia menegur agar pelaku tidak berkata kasar, namun secara tiba-tiba pelaku RMA yang saat itu bersama dengan adiknya SS dan temannya BKR melakukan pemukulan terhadap dirinya secara bergantian dan bertubi-tubi sehingga babak belur.

“Saya coba tahan pukulan dari RMA, tetapi dari belakang saya di keroyok. Bahkan, teman RMA sempat menusuk saya dengan sebilah gunting kecil sehingga punggung saya ada luka,” tuturnya seraya menunjukan bekas lobang tusukan dipunggung sebelah kiri.

Beruntung, pada saat kejadian pengeroyokan itu tetangga Supandi yang juga anggota Babinkamtibmas melerai keributan yang terjadi. Supandi langsung dibawa ke dalam rumah untuk menenangkan diri.

“Karena ada keributan akhirnya tetangga saya Babinkamtibmas memisahkan, selang beberapa lama bapak dari RMA yang juga lurah Kunciran Jaya mendatangi saya untuk membawa saya berobat ke rumah sakit,” ungkapnya.

Baca Juga:  Pengeroyok Safroni dan Rustandi Tak Berdaya Dibekuk Polisi

Supandi menuturkan, pada saat dibawa ke rumah sakit oleh bapaknya, teman RMA sempat mengancam untuk menghabisi dirinya di luar rumah. Akan tetapi, Ia tidak menggubris ancaman tersebut.

“Secara pribadi saya memaafkan kejadian tersebut, akan tetapi proses hukum harus tetap berjalan. Saya hanya ingin memberikan pelajaran kepada ponakan saya agar tidak mengulangi lagi, jangan sampai ada kejadian lagi,” tutupnya.