Beranda Peristiwa Kota Tangerang Banjir di Pinang Griya 936 KK di Evakuasi, PMI Bersama OKP Kota...

Banjir di Pinang Griya 936 KK di Evakuasi, PMI Bersama OKP Kota Tangerang Dirikan Dapur Umum

Banjir di Pinang Griya, Kecamatan Pinang, 936 KK di Evakuasi. Pemuda Dirikan Dapur Umum. Foto Pelitabanten.com

KOTA TANGERANG, Pelitabanten.com — Banjir di komplek perumahan Pinang Griya Permai RW 05 dan RW 06 Kelurahan Pinang, Kota Tangerang. Sedikitnya 936 Kepala Keluarga (KK) dievakuasi.

Ketinggian air Dilokasi tersebut mencapai dada dewasa hingga satu meter.

Sejak pagi, warga sudah mulai mengungsi. Pihak Kecamatan dan Kelurahan setempat terus memberikan imbauan kepada warga untuk segera menyelamatkan diri sebelum ketinggian air meningkat.

Melihat kondisi tersebut, Kecamatan Pinang bersama kepemudaan (OKP) seperti KNPI, Tangerang Kita Peduli (TKP), Karang Taruna dan organisasi lainnya mendirikan posko dapur umum bersama.

Posko tersebut berlokasi di Jalan H. Djiran Gang H. Tait RT 008 RW 01 Kecamatan Pinang, Kota Tangerang.

“Sedikit banyaknya yang sampai sangat bermanfaat dan membantu kami disini untuk para pengungsi,” kata Kepala Posko Dapur Bersama, Uis Adi Dermawan, Sabtu (20/2/2021).

Baca Juga:  Dukungan WH-Andika Terus Mengalir, Balad WH Deklarasikan Dukungan

yang sampai diantaranya dari WH, satu truk logistik berisi bahan pokok beras, terigu, minyak goreng, gula, biskuit dan lainnya, Pemkot Tangerang, Kecamatan serta swadaya sekitar termasuk dari Ketua DPRD Kota Tangerang, Gatot Wibowo.

“Posko ini akan terus kami dirikan sampai banjir benar-benar surut,” katanya.

Ditambahkan Ketua Pinang, Mumu Rohimu, Palang Merah Indonesia akan terus berupaya mengkordinasikan mulai dari mendirikan posko, pengaduan warga hingga evakuasi korban untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.

“Kondisinya kita masih belum aman karena masih turun dan patut kita waspadai air kiriman dari yang membanjiri Perumahan Pinang Griya Permai,” ungkapnya.

Hingga tadi malam proses evakuasi masih terus dilakukan, menurut mumu, kendala saat ini karna perahu yang diturunkan masih manual.

“Evakuasi masih manual, karna seharusnya menggunakan mesin karena arus cukup deras,” pungkasnya.