Beranda Peristiwa Kota Tangerang Seram! Remaja Asal Cipondoh Tangerang Jadi Korban Penyiraman Air Keras

Seram! Remaja Asal Cipondoh Tangerang Jadi Korban Penyiraman Air Keras

Korban Penyiraman Air Keras di Tangerang Menderita Luka Bakar Pada Bagian Wajah dan Leher. Foto Pelitabanten.com (Istimewa)

KOTA TANGERANG, Pelitabanten.com — Kejadian menyeramkan menimpa seorang berinisial FI (16) yang diketahui merupakan warga Jalan Poris No. 1 RT 007 RW 003, Cipondoh Makmur Cipondoh, Kota Tangerang.

FI menjadi korban penyiraman oleh sekelompok orang tak dikenal alias belum diketahui identitasnya.

Fatal, akibat siraman itu korban menderita luka bakar serius pada bagian wajah dan lehernya.

Korban hingga kini tengah menjalani perawatan di IGD RSU Kabupaten Tangerang, Banten.

Salah seorang keluarga korban Wilki kepada menuturkan, penyiraman menggunakan itu terjadi pada Kamis dini hari (18/2/2021) sekira pukul 02.30 WIB.

Wilki menceritakan, terdapat dua versi kronologis yang didapat keluarga tentang kejadian tersebut, pertama korban disiram menggunakan oleh tiga orang pelaku tak dikenal saat sedang nongkrong di sebuah warung.

Baca Juga:  Berikan Rasa Aman Bagi Pengunjung, Benchs Lifestyle eat & Bar Rutin Lakukan Penyemprotan Disinfektan

Versi yang kedua korban disiram saat terlibat perkelahian dengan kelompok lain.

“Kronologi sebenarnya belum diketahui seperti apa, dia (korban) juga belum bisa dimintai keteranganya, yang pasti ada sekelompok orang yang menyiramnya dengan air keras,” Katanya, Kamis (18/2/2021).

Selanjutnya, usai mendapat kabar bahwa salah seorang keluarganya yaitu FI menjadi korban penyiraman air keras, pihak keluarga langsung melarikannya ke dua sakit di Tangerang, namun karena lukanya cukup parah kemudian korban dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Tangerang.

“Informasi dari sepupu saya yang di sana saat ini masih di ruang IGD dan belum mendapat kamar,” Jelasnya

Wilki mengatakan, pihak keluarga juga belum melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian karena masih fokus mendampingi korban yang menderita luka serius di sakit.

“Belum, belum lapor, kami masih nunggu orang tuanya pulang dari sakit,” tukasnya.