Beranda Peristiwa Kota Tangerang Beredar Foto Tim WH-Andika Bagi-Bagi Uang Usai Kampanye

Beredar Foto Tim WH-Andika Bagi-Bagi Uang Usai Kampanye

640
BAGIKAN
Beredar Foto Tim WH-Andika Bagi-Bagi Uang Usai Kampanye
Aksi politik uang (money politic) terlihat jelas dengan beredarnya foto di media sosial dengan mengenakan kaos bergambar WH-Andika saat memegang amplop putih.

TANGERANG, Pelitabanten.com – Pasangan calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur Banten Wahidin Halim-Andika diterpa isu bagi-bagi uang kepada masyarakat dalam kampanye Pilgub 2017.

Aksi politik uang (money politic) tersebut terlihat jelas dengan beredarnya foto di berbagai group WhatsApp. Yaitu  foto peserta kampanye yang menggunakan kaos bergambar WH-Andika memegang amplop putih. Sedang di bagian belakang peserta itu terlihat juga tim WH-Andika yang memegang segepok amplop putih yang diduga akan dibagi-bagi kepada peserta di lokasi kampanye berlangsung.

Akibatnya, pasangan nomor urut 1 tersebut bakal terancam pemberian sanksi tegas berupa diskualifikasi bagi paslon hingga sanksi pidana bagi penerima suap.

Menanggapi dugaan aksi politik uang ini, pemerhati sosial politik Abdul Choir menegaskan, masyarakat sudah tidak mempan dengan aksi money politic.

“Aksi bagi-bagi uang sudah tidak relevan untuk menarik perhatian masyarakat. Masyarakat sudah pintar,” ujar Abdul Choir saat dimintai komentarnya di Tangerang, Sabtu (11/2/2017).

Menurut dia, lebih baik jika para calon kepala daerah mendekati masyarakat dengan pencerahan dan pendidikan politik yang benar akan arti memilih untuk menentukan masa depan.

“Masyarakat tidak butuh uang receh yang habis dalam sekejab. Yang kita butuhkan adalah sosok pemimpin yang berani bersaing dengan bersih dan sehat tanpa melakukan politik kotor,” kata dia.

Untuk itu, katakan tidak untuk politik uang. Jangan pilih calon kepala daerah yang suka menghambur-hamburkan uang rakyat. “Jika hari ini dia bisa memberi kita sedikit uang, percayalah, suatu saat nanti dia akan mengambilnya kembali uang kita dalam jumlah yang besar,” ujar Abdul Choir.

Masyarakat diharapkan tidak mudah terpengaruh, sebab politik uang dapat memicu penyelenggara negara melakukan tindak pidana korupsi.

“Jangan berikan suara yang dihargai puluhan ribu, kan sayang. Nanti pemimpinnya bisa korupsi untuk mengembalikan modal bagi-bagi uang tersebut,” ujar Abdul Choir.

Dia juga mengajak semua pihak berkontribusi dengan melaporkan jika ada tindak politik uang tersebut.

“Semua warga bisa jadi pengawas di wilayahnya masing-masing jika ingin Pilkada Banten sukses dan kondusif,” katanya.

BAGIKAN