Lalai dan Lupa Bermasker, Kapolres Keliling Kota Tangerang Ingatkan Masyarakat

Dengan Berjalan Kaki, Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Deoniju De Fatima, Bersama Kasat Pol PP Kota Tangerang, Agus Hendra dan Dirut PD Pasar Titin, Berkeliling Sebar Ribuan Masker dan Ingatkan Masyarakat Bahaya Penyebaran Covid-19. Foto Ahmad Syihabudin Pelitabanten.com

KOTA TANGERANG, Pelitabanten.com — Angka penyebaran Disease 2019 atau Covid-19 masih cukup tinggi di Indonesa, Khususnya di Kota Tangerang yang masih berada di zona merah.

Kapolres Metro Tangerang Kota, berkeliling pasar anyar, Pasar Modernland, terminal dan Stasiun Api di Kota Tangerang sebar sebanyak 1.000 masker dan ratusan sarung tangan untuk dibagikan kepada masyarakat.

Kapolres menyebut tingkat kesadaran masyarakat saat ini dinilai kurang dan lalai dengan tidak menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, padahal angka terpapar Covid-19 di kota Tangerang masih cukup tinggi.

“Kalau kita (TNI, Polri dan Pemda) tidak keluar untuk memberi masyarakat kadang lalai untuk menggunakan masker dan menjaga jarak. Mereka asik dengan kegiatannya hingga lupa menerapkan protokol kesehatan,” ujar Deonijiu.

Di Pasar Anyar, Masyarakat Tak Bermasker Ditegur Kapolres. Foto Pelitabanten.com

Lanjutnya, Kepolisian bersama dengan Pemerintah Daerah akan terus berupaya dan tidak akan bosan menghimbau masyarakat diluar rumah seperti di pasar dan stasiun untuk selalu menggunakan masker, menghindari dengan menjaga jarak dan selalu mencuci tangan saat beraktivitas.

Baca Juga:  Polantas Berkah Ramadhan, Samsat Kelapa Dua Menggelar Bhakti Sosial

“Kami tidak akan pernah bosan dan berhenti mengedukasi masyarakat tentang bahaya Covid-19,” tegasnya.

“Masyarakat harus sadar melaksanakan demi kebaikan dan kesehatan bersama,” imbuhnya.

Untuk diketahui, Kota Tangerang menjadi salah satu daerah yang wajib menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali.

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Kota Tangerang kembali diperpanjang dari tanggal 26 Januari hingga 8 Februari 2021, sesuai keputusan dari Pemerintah Pusat.