Peluang Usaha Aquarium Hias

Peluang Usaha Aquarium Hias
Ilustrasi (Free-Photos/Pixabay)

Pelitabanten.com – Banyak cara dilakukan orang untuk menghilangkan stres, dari aktivitas cuma-cuma hingga mengeluarkan biaya. Salah satunya dengan memelihara binatang peliharaan seperti ikan.

Semakin banyak orang memilihara ikan sebagai ajang refreshing dan penghias , membuat kebutuhan akan akuarium juga meningkat.

Berbagai macam jenis dan bentuk bak kaca itu semakin banyak diburu. Hal itu menjadi basah untuk dijadikan sebagai peluang usaha.

Meskipun pembuatan akuarium tergolong mudah, yakni cukup sediakan bahan baku berupa kaca, potong sesuai selera dan membentuknya menjadi balok.

Namun, tidak semua orang punya keinginan dan keterampilan untuk bersusah payah membuat akuarium, dan itu membuka peluang lebar bagi penyedia jasa pembuatan akuarium.

Salah satu pemainnya adalah Zulfikar Fahmi yang telah terjun ke dalam bisnis produksi akuarium sejak 1 tahun terakhir. Bisnisnya tersebut diawali dari kegemarannya memelihara ikan sejak 2015. Saat itu dia merasa kesulitan untuk mendapatkan akuarium sesuai dengan keinginannya.

Kemudian dia mencari produsen akuarium dan mulai belajar untuk membuat bak kaca sesuai kebutuhannya sendiri. Melihat peluang yang terbuka lebar, akhirnya dia pun memutuskan untuk menggeluti bisnis pembuatan akuarium itu.

“Saya cari secara online masih sulit ditemukan yang menjual akuarium, kebanyakan hanya menjual ikan saja, kalau pun ada pasti akuarium bekas,” katanya.

Saat mulai memasarkan akuarium buatannya, Zulfikar yang kerap disapa Ikang mengaku antusiasme pasar cukup besar. Berbagai pesanan pun mulai berdatangan. Dengan proses produksimade by order, Ikang mengaku tidak perlu mengeluarkan modal sepeser pun.

“Pembeli harus datang ke pusat kerajinan 3D Desa Kedunglegok RT 13/7 Kemangkon Purbalingga Jawa Tengah untuk melihat langsung aquarium dan harga akuarium,” paparnya.
Saat ini, Ikang dibantu mampu memproduksi akuarium berukuran 1 m x 40 cm x 40 cm hingga 10 unit, kadang kali bisa lebih banyak atau lebih sedikit tergantung dengan ukuran akuarium yang dipesan.

Adapun, kisaran harga yang dipatok untuk setiap akuarium yang diproduksi dimulai dari Rp1,5-2 juta ukuran sedang dan Rp 3,5-5 juta untuk ukuran besar, sedangkan margin keuntungan yang bisa dia kantongi dari tiap penjualan bisa mencapai 30%-150%.
“Harga ditentukan dari ukuran dimensi akuarium, ketebalan kaca dan jenis kaca yang digunakan,” paparnya. Agar margin keuntungan yang diterima lebih besar, sembari menjaga kualitas barang yang diproduksinya, Ikang menggunakan bahan baku berupa kaca bermerek Asahi yang diklaim merupakan merek kaca terbaik.

“Dengan menggunakan bahan baku berupa pohon pohonan air, batu gunung dan pasir berkualitas tinggi sehingga aquarium tampak seperti panorama indah dan dapat ditatap tampak hidup seperti taman yang indah secara 3 Dimensi. Atau dapat dilihat dari berbagai sudut pandang.

“Masalahnya lebih pada banyaknya penipuan penjualan online, hal itu bisa mengganggu kepercayaan calon pembeli, karena saya memasarkan produk secara online,” katanya.

Untuk mengatasi itu,Ikang selalu memutakhirkan setiap info dan mendokumentasikan proses pengiriman barang dan diunggah di media sosial sebagai bahwa dirinya merupakan penjual akuarium online yang dapat dipercaya.

Untuk pengembangan bisnis ke depannya, Ikang akan semakin melebarkan sayap, tak hanya menjual akuarium, tetapi juga menjual aksesoris, dan perlengkapan lainnya bagi penggemar dan pemelihara ikan hias.

Bisnis pembuatan aquarium atau memang tidak semudah bisnis di bidang usaha lainnya. Bisnis aquascape memerlukan kreatifitas dan marketing yang jitu. Agar bisnis ini tidak selalu seret dan omset tidak melorot.Untuk pemesanan ikan hias dana aquarium, pembeli bisa dating langsung ke lokasi pejualan di desa Kedung Legok Kemangkon atau telp dahulu ke 081391148887. (Aji Setiawan)