Penyaluran Bantuan Sosial Tunai di Kota Tangerang, Dipantau Dirjen Kemensos

Dirjen Kemensos RI Penanganan Fakir Miskin, Asep Sasa Purnama Memantau Penyaluran BST di SDN Gondrong 7, Kota Tangerang. Foto Pelitabanten.com

KOTA , Pelitabanten.com — Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) melalui Dirjen Penanganan Fakir Miskin, Asep Sasa Purnama memantau penyaluran langsung Sosial Tunai (BST) di Kota Ahlakul Karimah.

Dalam kunjungannya itu Kemensos RI mengapresiasi penyaluran BST yang dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang kepada masyarakat penerima bantuan di .

Dalam keterangannya saat mendampingi Dirjen Kemensos tersebut Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang Herman Suwarman mengungkapkan, kota Tangerang akan terus mengupayakan agar kegiatan penyaluran BST dapat berlangsung dengan tertib, aman dan lancar.

Termasuk dengan menerapkan pencegahan Covid-19 4 M (Mencuci Tangan, Memakai , Menjaga Jarak dan Menghindari ).

“Kami koordinasikan dengan jajaran di wilayah agar dibentuk panitia di lapangan untuk menjaga prosesnya berjalan sesuai prosedur,” ungkap Herman saat meninjau SDN Gondrong 7, bersama Dirjen Penanganan Fakir Miskin pada Kemensos RI.

Baca Juga:  Pemdes Ranca Kelapa Salurkan BLT DD Tahap 4,5,6,7, 8 dan 9 Ke 292 KK

Herman menambahkan pihaknya bersama dengan PT. POS Indonesia sebagai penyalur bantuan telah melakukan koordinasi agar penyaluran BST dapat berjalan lebih cepat sehingga tidak terjadi antrian dan kerumunan masyarakat di lokasi.

“Ruangan kelas dan petugas teller sudah ditambah jadi lebih ,’ jelas Sekda.

Sementara itu, Dirjen Asep Sasa Purnama, dalam tinjauan tersebut mengungkapkan, kerjasama antara dan PT. Pos Indonesia sangat baik dan terkoordinir sehingga proses penyaluran BST di Kota Tangerang ini berjalan dengan tertib dan lancar.

“Penyaluran BST di Kota Tangerang berjalan dengan baik dan lancar,” ungkap Asep.

Selain itu, Asep juga menjelaskan mekanisme penyaluran BST yang terkoordinir dengan baik kepada masyarakat dapat menghindari kerumunan dan dapat berjalan secara efektif.

“Sebelumnya sudah dilakukan penjadwalan berdasarkan tempat tinggal jadi tidak menumpuk di lokasi,” tuturnya.