Beranda Peristiwa Kota Tangerang 25 GOR dan 6 Stadion di Kota Tangerang Tutup, Cegah Penyebaran Covid-19

25 GOR dan 6 Stadion di Kota Tangerang Tutup, Cegah Penyebaran Covid-19

25 GOR dan 6 Stadion di Kota Tangerang Tutup, Cegah Penyebaran Covid-19
GOR A. Dimyati Kembali di Tutup Karna Kasus Covid-19 Kembali Meningkat di Kota Tangerang. Foto Pelitabanten.com (Ist)

KOTA TANGERANG, Pelitabanten.com — Masih dalam masa pandemi dan cegah penyebaran Covid-19, Pemerintah melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang kembali menutup 25 Gelangang Olahraga (GOR) dan 6 Stadion.

Fasilitas milik Pemkot Tangerang dilakukan berdasarkan yang dikeluarkan oleh Dispora dengan Nomor : 426.1/956-Sekretariat tertanggal 4 Desember 2020.

Hal tersebut dilakukan sebagai antisipasi penyebaran di Kota Tangerang. Dalam tersebut tertuang mulai tanggal 5 Desember 2020 aktifitas GOR dan Stadion kembali ditutup sampai pemberitahuan lebih lanjut.

“Menindaklanjuti intruksi Pak Wali Kota, untuk menekan penyebaran Covid19 di Kota Tangerang, maka kita tutup kembali GOR dan Stadion yang ada di Kota Tangerang,” terang Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Engkos Zarkasyh saat dihubungi melalui telephone selularnya, Senin (7/12/2020).

Engkos juga mengatakan, GOR dan Stadion yang ada di lantaran lokasi tersebut sering dipergunakan aktivitas untuk berolahraga, hal ini sebagai bentuk antisipasi menghindari terjadinya kerumunan.

Baca Juga:  Sekitar 80 Pelajar SLA Ikuti Lomba Telling Stories Competition Dalam Giat TMMD Non Fisik

“Baru dibuka awal November kemarin sekarang kami tutup kembali, dikhawatirkan yang akan berolahraga tidak mengindahkan kesehatan, untuk itu kita tutup sementara sebagai langkah antisipasi,” tegasnya.

Sementara secara terpisah, Wakil Ketua III Satuan Tugas Penanganan Covid19 Kota Tangerang, Herman Suwarman menyampaikan bahwa pihaknya sedang berkoordinasi kepada Covid-19 tingkat Kecamatan.

Ia meminta para satgas untuk memantau kegiatan – kegiatan yang bersifat pengumpulan masa atau terjadinya kerumunan, termasuk aktivitas yang di lakukan di tempat milik perorangan maupun untuk membatasi kegiatannya dan terus melaksanakan penerapan kesehatan.

“Diharapkan pihak maupun perorangan yang memiliki sarana untuk umum agar lebih taat pada kesehatan sesuai dengan peraturan yang berlaku,” pungkas Herman.