Beranda Peristiwa Kabupaten Serang Tolak Proyek Geothermal, Warga Padarincang Kembali Pukul Mundur Kedatangan Alat Berat

Tolak Proyek Geothermal, Warga Padarincang Kembali Pukul Mundur Kedatangan Alat Berat

Tolak Proyek Geothermal, Warga Padarincang Kembali Pukul Mundur Kedatangan Alat Berat

SERANG Pelita .Com – Ribuan Padarincang, Kabupaten Serang yang tergabung dalam Syarekat Perjuangan Rakyat (Sapar) berhasil memukul mundur alat berat perusahaan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) yang hendak melakukan pembongkaran pagar akses Geothermal serta mobilisasi alat berat.

Pantauan dilapangan, Sejak pukul 07:00 pagi sudah menunggu kedatangan alat berat alias siaga penghalauan di Jalan Raya Citasuk-Serang, tepatnya di depan lingkungan At-Taubah Kampung Barengkok, Desa Batukuwung, Padarincang, Kabupaten Serang.

Setelah seharian menunggu, alat berat PLTPB tiba di sekira pukul 17:50 Wib dengan pengawalan satu kompi mobil Marinir berjumlah kurang lebih sekitar 50 orang, tidak berselang lama alat berat langsung disergap warga hingga terjadi adu mulut antara aparat keamanan dan warga, meskipun sempat bersitegang namun hingga alat berat meninggalkan tanah padarincang kondisi dilapangan tetap tidak terjadi tindakan dari Warga.

Baca Juga:  Partisipasi Pemilih Pemilu 2019 Meningkat di Kecamatan Pinang

“Kami disini dalam rangka menghalau alat berat yang akan membongkar pagar (portal) warga, pagar akses masuk Geothermal,” ujar salah satu tokoh masyarakat, H Doif kepada awak media, pada Senin (23/11/2020).

Doif menegaskan, sudah lebih dari lima tahun Pemerintah tidak pernah mendengar aspirasi yang terus berjuang melakukan penolakan.

“Mereka (pemerintah,red) tuli, dungu. Sampai pusat kita sudah pernah, tanggapannya sama, tidak ada Pemerintah yang berpihak kepada rakyat,” katanya.

Prinsipnya, lanjut dia, masyarakat dalam keadaan apapun akan terus menolak adanya rencana pembangunan PLTPB. Terlebih, kata dia, sudah membulatkan tekad akan terus halau dan hadang alat berat agar PLTPB tidak beroprasi di Tanah Padarincang.

“Sampai Geothermal ini hilang. Kami akan bertahan sampai alat berat itu kembali ke asalnya,” pungkasnya.