Tumbuhkan Kecintaan Si Kecil Pada Indonesia

Tumbuhkan Kecintaan Si Kecil Pada Indonesia
Acara daring “Berakar Lokal, Bersayap Global”

Pelitabanten.com – Dengan maraknya globalisasi dan modernisasi, generasi muda saat ini disuguhkan pada kemajuan teknologi, kekayaan komunikasi dan informasi yang tidak pernah sebelumnya dinikmati oleh generasi-generasi terdahulu.

Tapi dengan globalisasi, asimilasi budaya-pun ikut terjadi salah satunya pergeseran budaya Indonesia oleh budaya barat, terutama pada generasi muda. Kita dihadapkan pada tantangan memperoleh kemewahan globalisasi melalui berbahasa asing, tanpa kehilangan akar dan identitas nasional kita sebagai penerus bangsa Indonesia.

Tantangan ini jugalah yang akan dihadapi oleh anak-anak kita. Lalu, apa yang harus kita lakukan untuk memastikan akar kecintaan mereka terhadap ibu pertiwi ini tetap tertanam dalam diri mereka?

Mencari keseimbangan antara merangkul globalisasi dan kecintaan pada Indonesia merupakan tantangan untuk para orangtua dalam mendidik si kecil. Selaku sekolah internasional yang memiliki keberagaman siswa dari mancanegara, Sinarmas World Academy (SWA) sadar betul pentingnya keseimbangan antara kedua hal ini. Salah satu murid sekolah menengah SWA, Leon, berhasil memenangkan pendanaan dunia, MYP Innovators Award 2020 melalui inisiatif nya membuat aplikasi aksara jawa, bernama SIJI. Leon terdorong untuk membuat SIJI karena dia bangga dengan kebudayaan Indonesia ini dan ingin memperkenalkannya ke dunia melalui komunikasi era globalisasi, teknologi. Leon, merupakan contoh generasi muda yang memiliki identitas nasional kuat yang berwawasan dan berprestasi secara global.

28 Oktober 1928, Bahasa Indonesia dipilih sebagai lambang kesatuan negara-bangsa Indonesia yang bermartabat, dan menjadi pembentuk hati dan pikiran keindonesiaan. Kecintaan pada Indonesia adalah kecintaan pada Bahasa Indonesia dan sastra nya. Seperti kata pepatah, “tak kenal maka tak sayang”-pun untuk menanamkan akar kecintaan budaya Indonesia yang kuat dan dalam pada si kecil, kita harus terus memperkenalkan terlebih dahulu dan membangun kebiasaan berbahasa dan bersastra Indonesia dengan mereka.

Dalam rangka bulan bahasa dan sastra Indonesia, Natalia Lie selaku guru sekolah dasar Bahasa Indonesia di SWA, berbagi pengalaman dan cara-cara yang dilakukannya dalam membuat Bahasa dan Sastra Indonesia tidak kalah menariknya dibandingkan bahasa asing:

Tumbuhkan Kecintaan Si Kecil Pada IndonesiaSesuaikan dengan Umur Si Kecil

Penting untuk memastikan pengenalan Bahasa dan Sastra Indonesia sesuai dengan umur si kecil. Untuk hal ini, akan sangat baik apabila orang tua dapat berkonsultasi dengan sekolah untuk saling mendukung dan memaksimalkan pembelajaran si kecil. Saat si kecil kosa katanya masih terbatas, dapat diperkenalkan terlebih dahulu dengan puisi dan pantun yang memiliki kata-kata tergolong lebih sederhana dan singkat. Apabila orang tua membacakan cerita, dianjurkan untuk sebelumnya sudah membaca ceritanya dan mengimprovisasi cerita menggunakan bahasa yang dapat dimengerti si kecil. Pada saat si kecil sudah dapat membaca, berikan si kecil kebebasan memilih buku dongeng yang menarik hatinya, namun pastikan pilihan yang diberikan sesuai dengan umur si kecil. Dengan begitu, mereka akan dapat membaca tanpa kesulitan. Menikmati membaca menjadi akar dari kebiasaan sehat membaca.

Bercerita dengan Visual

Meski sastra Indonesia beragam, si kecil akan selalu tertarik dengan prosa, cerita dongeng. Pada saat penyampaian cerita dongeng, usahakan agar si kecil melihat gambar-gambar yang memperlihatkan kekayaan budaya Indonesia. Putri berkulit sawo matang dengan kain batiknya, pangeran berkulit gelap bersenjatakan keris, dan burung garuda yang gagah dan bijaksana. Terlalu sering si kecil melihat visual yang menggambarkan budaya asing, dengan kita memperkenalkan budaya Indonesia yang berbeda mereka akan dapat merangkul keberagaman dan memiliki tokoh cerita yang serupa dengan diri mereka. Penggunaan alat peraga pun akan membantu si kecil memvisualisasikan cerita yang mereka dengar dan memperkaya imajinasi mereka. Tidak jarang juga, melalui cerita kita bisa memperkenalkan budaya musik Indonesia seperti gamelan, dan angklung sebagai pendukung cerita.

Ajak si Kecil Berimajinasi dan Berkarya

Dengan keberagaman budaya yang diperkenalkan pada si kecil, ajak mereka untuk menuangkan imajinasi mereka ke dalam sebuah karya. Bisa berupa lukisan dengan alur cerita yang mereka buat, ataupun ke dalam sandiwara yang mereka peragakan. Pengalaman berimajinasi dan menjadikan imajinasi mereka sebuah karya akan menjadi fondasi kuat dalam proses menanamkan budaya yang mereka pelajari. Tidak ada salah benar si kecil berimajinasi, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memastikan mereka mengingat dan mengerti apa yang sudah diperkenalkan ke mereka. Menanamkan kebiasaan untuk membuat sebuah karya yang terinspirasi dari bacaan yang mereka baru selesaikan, merupakan sebuah kebiasaan baik untuk ditanamkan.

Melalui cara-cara di atas, anak diperkenalkan bahasa dan sastra Indonesia sejak dini, dan di saat yang bersamaan, memperkaya keberagaman kosakata budaya mereka. Natalia akan berbagi lebih banyak lagi informasi berguna di acara daring bersama dengan Periplus, Rabu 4 November 2020 jam 16:00 – 17:30 (LINK ACARA). Dengan perkenalan yang dibangun sejak dini, kecintaan mereka akan semakin dalam, akar identitas mereka semakin kuat dan semakin peduli dengan keberlangsungan budaya dan tradisi tanah air. Seperti Leon, mereka akan mampu mengangkat budaya Indonesia ke ranah global.