Beranda Jurnalis Warga Aoife Social Gelar Kegiatan Perdana dengan Bedah Buku

Aoife Social Gelar Kegiatan Perdana dengan Bedah Buku

Aoife Social Gelar Kegiatan Perdana dengan Bedah Buku

Pelitabanten.com – Jakarta- dibentuk sejak pandemi masuk di Indonesia. Semangat pembentukannya yaitu untuk menambah wawasan dan relasi di berbagai daerah meskipun tetap di rumah, dengan metode daring (Online), jelas pendiri sekaligus Founder Aoife Social Sutanti Idris, S.E., CMC.

Tokoh Perempuan milenial Pinrang, Sulawesi Selatan juga menjelaskan bahwa juga akan menyelengarakan banyak Online Class Gratis dan terbuka untuk umum. Founder Aoife Social Sutanti Idris. S.E., CMC bersama dengan Pengurus dan  Volunteer Aoife Social akan mengadakan kelas-kelas menarik Seperti : Pengembangan Karir Perempuan, Memasak, kecantikan (Make-up & Hair do), Speaking, Kesehatan, Pisikologi, Sex Education dan Bahasa (Inggris & Jepang).

“Tentunya dengan Narasumber yang terpercaya dan ahli dibidangnya agar dapat belajar bersama dengan baik Dan tetap Produktif meski di saat seperti ini, tawaran Sutanti Idris” 20/20/2020.

Baca Juga:  Jaga Sungai Tetap Bersih, Pemuda dan Aparatur Kelurahan Cisauk Pasang Pagar Kali Cicayur

Mengawali kerjanya, menggelar bedah buku dengan langsung menghadirkan penulisnya yaitu Dr. Hj. Andi Intang Dulung, M.H.I (Kapala Sub Direktorat Pemberdayaan Masyarakat RI). Buku yang berjudul “Perempuan Agen Perdamaian” menjadi tema diskusi yang dipandu oleh Rizky Sintiana Mursiddi salah satu berprestasi dari Universitas Muslim Indonesia dan Bisnis.

Dalam paparannya, Dr. Hj. Andi Intang Dulung, M.H.I menyampaikan bahwa perempuan seharusnya tidak saling memarginalkan, akan tetapibagaimana perempuan saling merangkul untuk melakukan hal-hal baik dalam segala Aspek, termasuk berkonstribusi dalam mengawal persoalan kebangsaan.

“Perempuan harus punya kompetensi agar dapat berkonstribusi dalam lingkungannya, harus berperan aktif dalam pemberdayaan masyarakat” tegas Andi Intang.

Lanjut salah satu Tokoh Permpuan yang konsen dalam bidang pencegahan radikalisme dan baik nasional hingga kanca internasional bahwa perempuan memegang peran peran yang sangat penting bukan hanya pada lingkungan keluarga, akan tetapi juga pada masyarakat luas. Bahkan sejarah perjuangan Indonesia tidak lepas dari tangan dari seorang perempuan tangguh seperti Kartini, Cut Nyak Dhien dan banyak yang lainnya.

Baca Juga:  Melalui Mimbar Shalat Jumat Kapolsek Batuceper Ajak Masyarakat Mencintai Polisi Seperti Keluarga

Sementara Tanti sapaan Founder menegaskan bahwa berbicara tentang perempuan tidak hanya tentang penampilan. Perempuan juga bisa turut andil dalam segala hal, termasuk memberi solusi atas persoalan yang dihadapi bangsa ini.

Kegiatan bedah buku tersebut dihadiri oleh seluruh pengrus dan Volunteer serta peserta dari berbagai kota diseluruh Indonesia. Turut hadir dosen dari berbagai universitas dan perempuan milenial dari berbagai daerah. Total peserta yang hadir hingga selesai kegaiatan sebanyak 45 orang, 15 diantaranya mendapatkan doorprize buku “Perempuan Agen Perdamaian” yang dibagikan langsung oleh penulisnya.