Ini Blue Print Uji Coba Vaksin Covid-19 yang Dibongkar AstraZeneca-Oxford

Ini Blue Print Uji Coba Vaksin Covid-19 yang Dibongkar AstraZeneca-Oxford

Pelitabanten.com – Perusahaan AstraZeneca telah mengungkapkan rencana uji coba vaksin virus corona yang ketiga merupakan tahap akhir pengujian. Ini dilakukan oleh perusahaan obat itu karena berada di bawah tekanan agar lebih transparan saat menguji produk yang merupakan harapan terbaik dunia untuk mengakhiri pandemi corona.

Berbagai jajak pendapat menemukan orang Amerika semakin waspada menerima vaksin virus corona. Para ilmuwan di dalam dan di luar pemerintah pun merasa khawatir bahwa tekanan dari presiden untuk mendapatkan hasil sebelum Hari Pemilu pada 3 November membuat hasil  vaksin tidak terbukti ilmiah atau tidak aman. Untuk itu Blue Print uji coba vaksin Covid-19 dibongkar AstraZeneca-Oxford. Berikut penjelasannya.

Terjadinya Efek Samping Menunda Penelitian

Menurut lembar informasi peserta untuk vaksin AstraZeneca, sejak bulan Juli yang lalu, peserta pertama telah menerima satu dosis vaksin sebelum mengalami peradangan pada sumsum tulang belakang yang dikenal sebagai myelitis transversal. Ini menyebabkan lengan dan tungkai lemah, lumpuh, nyeri, masalah usus dan kandung kemih.

Kasus ini juga membuat ditundanya uji coba vaksin AstraZeneca untuk dilakukan tinjauan keamanan oleh para ahli independen. Seorang juru bicara perusahaan mengatakan kepada The New York Times, bahwa sukarelawan tersebut kemudian diketahui memiliki kasus multiple sclerosis yang tidak terdiagnosis sebelumnya dan tidak terkait dengan vaksin, dan setelah itu uji coba dilanjutkan lagi.

Sementara untuk kasus kedua, perusahaan mengatakan belum mengkonfirmasi diagnosis peserta yang sakit setelah dosis kedua vaksin. Hal ini membuat penelitian tertunda pada 6 September setelah dia jatuh sakit. Kondisinya jarang terjadi, tetapi serius dan para ahli mengatakan bahwa menemukan satu kasus di antara ribuan peserta saat melakukan uji coba bisa menjadi bendera merah. Beberapa kasus yang dikonfirmasi, mungkin cukup untuk menghentikan sepenuhnya tawaran vaksin AstraZeneca.

Pakar vaksin Mark Slifka dari Oregon Health and Science University mengatakan, jika ada dua kasus, maka mulai terlihat seperti pola yang berbahaya. Jika kasus ketiga muncul penyakit saraf dalam kelompok vaksin, maka vaksin ini dapat dilakukan.

Penelitian Uji Coba Vaksin Dilanjutkan

Ini Blue Print Uji Coba Vaksin Covid-19 yang Dibongkar AstraZeneca-Oxford

Dari laporan informasi peserta tertanggal 11 September pada persidangan AstraZeneca di Inggris, menyatukan kasus kedua relawan tersebut dan menyatakan, penyakit itu tidak mungkin terkait dengan vaksin dan tidak ada cukup bukti yang menentukan penyakit itu terkait atau tidak dengan vaksin berdasarkan tinjauan keamanan.

Hal tersebut yang menjadi dasar AstraZeneca untuk melanjutkan uji coba di Inggris. Namun FDA sejauh ini tidak mengizinkan perusahaan tersebut untuk memulai uji klinis kembali di Amerika Serikat. National Institutes of Health mengatakan, penyebab masih harus dilihat, apakah timbulnya penyakit dalam peserta uji coba adalah kebetulan atau memang terkait dengan vaksin.

Dr Paul Offit, seorang profesor di University of Pennsylvania dan anggota komite penasihat FDA untuk vaksin mengatakan; Inggris tidak jelas dalam menentukan bagaimana kasus kedua tidak terkait dengan vaksin.

Juru bicara peneliti Oxford mengatakan, dia dan para ahli lainnya mencatat, bahwa myelitis transversal jarang terjadi didiagnosis hanya pada sekitar satu dari 236.000 orang Amerika setahun.

Itulah Blue Print uji coba vaksin Covid-19 yang dibongkar AstraZeneca-Oxford. Bagi Anda yang saat ini merasa kurang enak badan,  dan jika pergi ke dokter takut tertular Covid-19. Anda bisa download aplikasi Halodoc di Playstore. Aplikasi ini menyediakan berbagai layanan kesehatan seperti konsultasi dokter, beli obat, cek virus Corona dan lainnya.