Pemuda Karang Taruna Muda Karya Cileles Kabupaten Lebak Tanam 1000 Pohon Durian

LEBAK,Pelitabanten.com – Bertepatan dengan hari Kesaktian Pancasila, Pemuda Karang Taruna Muda Karya dibawah komando Karang taruna Kecamatan Cileles yang bekerja sama dengan Ceo/direktur JB travel (Pak Jaya) melakukan penanaman 1000 pohon durian seluas 8 Hektare yang berada di Desa Mekarjaya Kecamatan Cileles Kabupaten Lebak.

Kegiatan ini dihadiri oleh beberapa intansi pemerintah yang diantaranya Muspika Kecamatan Cilele bapak Ahyani S. Pd, Bapak Babinsa, dan DLHK Kecamatan, Penyuluh Pertanian, MTD, Pemerintah Desa setempat serta OKP Kecamatan Cileles pun turut hadir dalam kegiatan ini yakni Keluarga Mahasiswa Kecamatan Cileles (KMKC) dan KNPI Kecamatan Cileles.

Camat Cileles  Ahyani S.Pd mengatakan  bahwa kegiatan ini bukan hanya didesa Mekarjaya saja melainkan akan berlanjut didesa-desa yang ada dikecamatan Cileles “Mudah mudahan kecamatan Cileles menjadi kecamatan yang berkemajuan dan harapannya kecamatan kita menjadi daerah percontohan. ” Pungkasnya”

Sementara itu Ceo/direktur jB travel Jaya menyampaikan pemuda muda karya tidak harus minder dengan setatus pendidikan “kita bisa ciptakan penghasilan minimal 10 juta/bulan di desa kita sendiri, kita harus punya impian dan target melalui usaha nyata. “Ujarnya”

Selain itu Ketua BPD Desa Mekarjaya Daman hurie S.Pd mengatakan bahwa kecamatan Cileles akan menjadi wisata perkebunan durian dan pohon pisang, selain mudah laku untuk di jual dan di konsumsi, nilai jual yang sangat tinggi untuk durian, maka nilai dan daya tarik yang akan datang sangat menjanjikan.

Ketua Karang Taruna Kecamatan Cileles Dede Supiandi memaparkan dari 1000 pohon ini akan ada ribuan pohon lagi yang akan kami tanam karena kegiatan ini harus penjadi program kerja wajib bagi seluruh pemuda Karang Taruna yang ada di Kecamatan Cileles. Bayangkan bila program kerja ini berjalan dengan lancar dan sempurna pasti akan membuahkan lowongan pekerjaan bahkan boleh jadi bisa saja ini menjadi salah salah satu grand desain pengentas kemiskinan yang ada di desa supaya semua ada penghasilan dan bergerak di bidang perkebunan, serta memperdayakan ekonomi lokal yang lebih maju dalam menghadapi tanatangan globalisasi ke depan, sehingga mampu bersaing secara mandiri dan organisasi. “Paparnya.