Tekan Covid-19, PSBL RW di Kota Tangerang Kembali Diperketat

Wali Kota Arief R Wismansyah Meninjau Penerapan PSBL RW di Wilayah Gebang Raya. Foto Pelitabanten.com (Ist)

KOTA TANGERANG, Pelitabanten.com — Pemerintah Kota Tangerang terus berupaya menekan angka penyebaran Covid-19 atau Corona Virus Disease 2019.

Pencegahan dilakukan melalui upaya Pembatasan Sosial Berskala Lingkungan (PSBL) RW dengan dukungan unsur TNI dan Polri yang diaplikasikan dalam operasi aman bersama.

Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah memantau langsung kegiatan operasi aman bersama di salah satu lingkungan yang mengalami peningkatan signifikan kasus Covid-19 yang ada di Kota Tangerang guna mengetahui bagaimana perilaku masyarakat yang berakibat terpapar Covid-19.

“Tadi sudah kelliling di kelurahan yang kasusnya naik drastis, dan ternyata masyarakat sudah menerapkan protokol kesehatan,” ungkap Arief usai meninjau salah satu RW di wilayah Kelurahan Gebang Raya, Senin (14/9/2020).

Arief menilai tingginya angka positif Covid-19 di wilayah tersebut karena adanya klaster keluarga, dimana salah satu anggota keluarga membawa virus dari luar yang terbawa ke rumah dan menularkan kepada anggota keluarga lainnya.

“Ini kasusnya bukan perindividu, tapi terdapat beberapa orang dalam satu keluarga yang positif Covid-19,” papar Arief.

Lebih lanjut Ia menjelaskan, Pemkot melalui Dinas Kesehatan Kota Tangerang bekerjasama dengan FKM UI telah melakukan survey dengan menggunakan metode sero survey secara acak kepada sebanyak 3.000 responden.

“Hasil yang didapat dari survey tersebut, sebanyak 2,3 % warga Kota Tangerang terpapar covid,” jelasnya.

Wali Kota menambahkan hasil survey tersebut menjadi dasar bagi Pemkot Tangerang dalam mengambil kebijakan untuk lebih masif dalam menerapkan PSBL RW secara ketat.

“Makanya kita kembali perketat pelaksanaan PSBL RW agar angkanya bisa turun,” pungkasnya.

Sebagai informasi, di awal pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Lingkungan (PSBL) RW, Pemerintah Kota Tangerang berhasil menekan jumlah RW yang berstatus zona merah yang sebelumnya sebanyak 22 RW menjadi 11 RW dalam kurun waktu dua pekan.