Berisi 6 Tuntutan, Warga Pawal Clup Geruduk Kantor Pemasaran Paramount Serpong

Berisi 6 Tuntutan, Warga Pawal Clup Geruduk Kantor Pemasaran Paramount Serpong
Paguyuban Warga Lintas Kluster-Ruko Paramount (Pawal Clup) Bentangkan Spanduk Tuntutan Terhadap Managemen Paramount Land Serpong. Foto Ahmad Syihabudin Pelitabanten.com

KABUPATEN TANGERANG, Pelitabanten.com — Ratusan Warga yang tergabung dalam Paguyuban Warga Lintas Kluster-Ruko Paramount (Pawal Clup) geruduk kantor pemasaran Paramount Land, di Serpong Kabupaten Tangerang. Kamis, (27/8/2020).

Sebelum aksi, Ratusan Massa ini melakukan konvoi menggunakan puluhan kendaraan (mobil) pribadinya masing-masing mengelilingi ruas jalan di kawasan Jalan Boulevard Raya, Gading Serpong, Pakulonan, Kelapa Dua sambil membentangkan spanduk disisi mobil berisi 6 (enam) tuntutan warga.

Aksi protes atas beberapa kebijakan yang di buat management depelover perumahan dan ruko tersebut diantara yaitu, turunkan 50% IPKL (Iuran Pemeliharaan dan Keamanan Lingkungan) ruko, tolak kenaikan IPKL Hunian, tolak pengurangan gaji satpam, patuhi standar layanan dalam MoU, audit fasos fasum, dan segera bentuk RT-RW di Kluster.

Dilokasi, Sempat terjadi gesekan antara pihak keamanan kantor dan massa aksi yang mencoba memaksa masuk untuk menemui perwakilan management Paramount Land, namun ditolak.

Kericuhan Terjadi Saat Keamanan Kantor Paramount Land Menolak Warga Masuk Menemui Management. Foto Ahmad Syihabudin Pelitabanten.com

Koordinator aksi, Stefanus, menegaskan warga yang tergabung dalam Paguyuban Warga Lintas Cluster-Ruko Paramount ini menolak beberapa kebijakan kenaikan biaya secara sepihak oleh management Paramount Land.

Ia mengaku, Lantaran adaya pandemi Covid-19 (Corona Virus Disease 2019) dan hingga kini dengan diterapkannya PSBB Tangerang Raya pendapatan mereka berkurang hingga 80 persen.

“Kenaikan itu rata-rata ada yang 20, 40, 60 hingga 100 persen. Contohnya, ruko Moscow yang di depan itu, dari Rp455 ribu jadi Rp1 juta lebih,” ujarnya saat di lokasi aksi.

Selain itu, kata Stefanus, warga juga memikirkan nasib para pekerja keamanan di Kluster dan Ruko tempatnya, dengan menolak pengurangan gaji dari seluruh satpam yang bekerja di Paramount Land.

“Kita juga membantu teman-teman satpam karena penurunan gaji di masa pandemi,”ujarnya.

Stefanus menambahkan, pihak Paramount Land harus mematuhi standar dalam nota kesepahaman atau memorandum of understanding (Mou).

“Tidak hanya itu juga, Paramount Land harus meng-audit fasilitas sosial (fasos fasum) sebelum serah terima. Serta, membentuk RT dan RW diseluruh cluster dengan segera,” tandasnya.