Penanganan Covid-19 Maksimal Terus Dilakukan Pemerintah Kota Tangerang

Penanganan Covid-19 Maksimal Terus Dilakukan Pemerintah Kota Tangerang
Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah Meninjau Langsung Fasilitas Penanganan Covid-19 di Puskesmas Gebang Raya, Periuk. Foto Pelitabanten.com (Ist)

KOTA TANGERANG, Pelitabanten.com — Diketahui, Angka kasus Covid-19 atau Corona Virus Disease 2019 terus meningkat di Kota Tangerang, Pemkot Tangerang melalui Dinas Kesehatan telah berusaha maksimal melakukan penanganannya.

Salah satunya dalam penyediaan fasilitas di Puskesmas Gebang Raya di Kecamatan Periuk, yang difokuskan sebagai tempat isolasi bagi pasien dalam pengawasan akibat Covid-19.

“Tadi kita mantau Puskesmas Gebang Raya yang selama ini dijadikan tempat isolasi pasien dalam pengawasan akibat Covid-19,” terang Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah saat meninjau langsung kondisi pelayanan di Puskesmas tersebut.

Selain menjadikan dua Puskesmas yakni Puskesmas Panunggangan Barat di Kecamatan Cibodas dan Puskesmas Gebang Raya di Kecamatan Periuk sebagai tempat isolasi pasien dalam pengawasan.

Arief juga mengatakan bahwa pihaknya bersama dengan RSUD Kota Tangerang dan 32 rumah sakit lain yang ada di Kota Tangerang fokus dalam penanganan Covid-19.

Lebih jauh Ia mengungkapkan, Pemkot sedang masif melakukan Rapid Test dan PCR atau Swab Test bagi masyarakat Kota Tangerang.

“Hingga kini Swab Test telah mencapai 22 ribu warga dan masih ada kurang lebih 900 yang menunggu hasil,” ungkapnya.

“Kemarin kita sudah diskusi juga dengan RSUD dan Labkesda Kota Tangerang, rencananya kita mau menambah beberapa alat lagi, dan juga sedang mengajukan ke Provinsi Banten agar kapasitas pemeriksaan PCR di Kota Tangerang lebih banyak,” sambungnya.

Selain fasilitas kesehatan, Program Ketahanan Pangan bagi warga yang bekerja sama dengan Kelompok Wanita Tani (KWT) dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada di Pemkot Tangerang terus digalakkan.

Program Ketahanan Pangan itu, Kata Wali Kota nantinya akan memanfaatkan lahan kosong di lingkungan rumah warga yang ditanami tanaman produktif seperti sawi, cabai, pakcoy, dan lainnya.

“Mudah-mudahan masyarakat antusias untuk bagaimana mengembangkan ketahanan pangan baik untuk warga maupun lingkungan sekitar,” harapnya.

“Pokoknya kita optimalkan semuanya, mudah-mudahan penanganannya bisa lebih maksimal. Dan masyarakat tetap melaksanakan protokol kesehatan 3M, memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak,” tandasnya.