Cluster Baru Covid-19 di Puspemkot Tangerang, Gubernur: WFH Dulu!

Cluster Baru Covid-19 di Puspemkot Tangerang, Gubernur: WFH Dulu!
Gubernur Banten. H. Wahidin Halim Saat Berada di Puspemkot Tangerang Beberapa Waktu Lalu. Foto Ahmad Syihabudin Pelitabanten.com

KOTA TANGERANG, Pelitabanten.com — Pasca ditemukan adanya sejumlah Pegawai ASN (Aparatur Sipil Negara) di Kantor Pemerintahan (Puspem) Kota Tangerang disarankan terapkan kembali WFH (Work From Home).

Gubernur Banten, Wahidin Halim Mengatakan kantor pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Tangerang bisa menjadi cluster baru dalam penyebaran Covid-19 atau Virus Corona.

Karna menurutnya, cluster baru tersebut bisa terjadi apabila tidak ditangani dengan cepat dan benar.

Sebab, saat ini sejumlah pegawai di lingkup Pemerintah Kota Tangerang sudah ada yang nyatakan terjangkit wabah Covid-19. Dan beberapa penderita ada yang tercatat bertugas di pusat pemerintahan kota Tangerang hingga puskesmas.

“Penyebaran Covid-19 di Kota Tangerang cukup tinggi. Dan, apabila banyak pegawai yang positif terpapar, maka bisa ditutup sementara sampai benar-benar steril,” ungkap Gubernur saat ditemui di kediamannya di Bilangan Pinang, Kota Tangerang.

Ia juga menyampaikan, agar pegawai yang positif segera dikarantina, dan untuk sementara waktu berlakukan lagi Work From Home.

WFH dulu, ! dan lihat grafik dari penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, didapati berdasarkan hasil pemeriksaan 3 (tiga) Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang positif terpapar Virus Corona (Corona Virus Disease 2019).

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr Liza Puspadewi, saat dikonfirmasi wartawan beberapa waktu lalu.

Menurut Liza, Pegawai ASN Pemkot Tangerang yang positif ada tiga orang. Terdiri dari satu ASN beralamat di Kota Tangerang, dan dua lainnya beralamat diluar Kota Tangerang.

“Yang masuk ke data kita (Dinkes Kota Tangerang) yakni satu orang, dan dua orang lainnya masuk ke database DKI Jakarta,” kata Liza, Selasa, (18/8) lalu.

Liza mengatakan, terhadap pasien yang beralamat di Kota Tangerang, pihaknya langsung melakukan tracking dan pemantauan serta pemeriksaan terhadap keluarga yang bersangkutan.