Hirilisasi Produk Desa, KKN UGM Kenalkan Aplikasi Desa Apps

Hirilisasi Produk Desa, KKN UGM Kenalkan Aplikasi Desa Apps

Pelitabanten.com – Meskipun KKN UGM periode kali ini dilaksanakan secara daring karena adanya pandemi Covid-19, namun tidak menyurutkan semangat mahasiswa dan antusias masyarakat dalam menyambut berbagai program KKN.

Salah satunya adalah sosialisasi pengenalan aplikasi Desa Apps yang dilaksanakan pada (10/07/2020) via Whatsapp Group. Hadirnya Desa Apps disambut baik oleh masyarakat Desa Tanjungjaya, Pandeglang, Banten.

“Banyak sekali mangga yang siap panen karena tiap rumah punya pohon mangga. Sayangnya, mangga itu dijual murah ke pengepul seharga Rp2000,00 per kg.

Kalau misalkan dipasarkan lewat Desa Apps, sepertinya bisa lebih naik harganya”. Begitu kata Danny Marta, salah satu masyarakat yang mengikuti sosialisasi Desa Apps.

Selain sosialisasi, mahasiswa KKN UGM juga melakukan pendampingan kepada masyarakat terkhusus pelaku usaha tani dalam memanfaatkan aplikasi Desa Apps.

Hingga sekarang, sudah ada beberapa masyarakat Desa Tanjungjaya yang mulai menjualkan hasil produksinya melalui aplikasi tersebut.

Beberapa produk diantaranya adalah bawang merah, gula aren, madu odeng saung merang awi, dan anyaman bambu tolombo.

Seperti kebanyakan diketahui, saat ini bermunculan beragam aplikasi yang bisa dimanfaatkan masyarakat melalui gawai.

Tidak ketinggalan, bidang pertanian yang dulu dianggap sangat tradisional kini mulai bertransformasi menjadi pertanian digital. Salah satu bukti adalah dengan hadirnya aplikasi seperti Desa Apps.

Desa Apps merupakan aplikasi yang dikembangkan Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian UGM dengan tujuan untuk membantu para petani mulai dari proses penanaman, perawatan, panen, hingga penjualan.

Pada aplikasi tersebut, petani dapat berinteraksi langsung dengan para akademisi untuk tanya jawab dan konsultasi seputar pertanian serta berbagi informasi dengan petani lain.

Selain itu, Desa Apps juga menyediakan fitur pencatatan tani, harga pasar, dan penjualan dimana bisa digunakan petani untuk membantu meningkatkan penjualannya.

Hadirnya aplikasi Desa Apps diharapkan dapat membuat pelaku usaha tani lebih melek tentang teknologi pertanian digital.

Disamping itu, hadirnya Desa Apps juga akan mempermudah PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) dalam memberikan informasi pertanian kepada petani.

Hal ini tentunya akan mempermudah kerja PPL terutama di kondisi pandemi seperti sekarang, dimana kegiatan tatap muka harus diminimalisir.

Rahmawati Istianing RahayuPenulis: Rahmawati Istianing Rahayu
(Mahasiswi Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta)