Jago Copywriting dalam Sehari

Jago Copywriting dalam Sehari
Ilustrasi (Free-Photos@Pixabay)

Pelitabanten.com – Tulisan merupakan modal yang sangat dibutuhkan pasar di era digital ini. Sebab dengan tulisan, suatu perusahaan dapat mempromosikan brand yang dimilikinya. Tidak hanya di perusahaan, bahkan individu pun bisa mempromosikan jualannya dengan tulisan.

Dengan demikian, pasar sangat mencari orang-orang dengan keterampilan menulis yang mumpuni. Salah satunya adalah copywriter – penulis yang mampu membuat teks dengan tujuan komersil. Perusahaan siap menjanjikan jenjang karir yang baik kepada para penyandang profesi ini.

Mba Dewi Sutrisno – copywriter tiket.com – merupakan salah satu di antara penulis yang terbilang sukses di karirnya. Melalui kelas daring Future Leader Summit (FLS) pada Sabtu (15/08/2020), mba Dewi membagikan banyak ilmu copywriting kepada para peserta.

Salah satu contohnya, mba Dewi menjelaskan bahwa copywriting merupakan bagian dari marketing communication (marcom), yaitu menyampaikan pesan dengan berbagai cara yang persuasif. Tujuannya tak lain untuk membuat target audiens agar tertarik dengan brand perusahaan.

Lanjutnya, membuat copywriting harus memperhatikan tata kepenulisan. Seperti jumlah spasi, penempatan titik, dan jumlah karakter tulisan.

Membuat copywriting juga harus memperhatikan media placement atau metode beriklan menggunakan suatu media. Contoh-contoh medianya ada billboard, poster dan e-poster, digital media campaign (e-mail, newsletter social media), booklet, dll. Kata mba Dewi, tiap media memiliki ciri khasnya masing-masing. Sehingga copywriter harus memahami karakteristik media-media yang ada.

Dan masih banyak sekali ilmu copywriting lainnya yang dijelaskan oleh mba Dewi. Yang tidak mungkin didapatkan peserta kelas copywriting dalam satu hari satu malam. Namun dalam kelas daring FLS ini, peserta diberi semua ilmu copywriting dalam sehari.

Sebagai penutup kelas, mba Dewi menyampaikan closing statement kepada seluruh peserta, “Jadi Copywriter jangan merasa paling hebat. Tetap harus belajar”.

Habibah AuniPenulis: Habibah Auni
(Mahasiswi Teknik Fisika Universitas Gadjah Mada)