Tawuran Lengan Hingga Putus di Bandara, Kapolresta: Orang Tua Awasi Medsos Anak

Tawuran Lengan Hingga Putus di Bandara, Kapolresta: Orang Tua Awasi Medsos Anak
Konferensi Pers Tawuran Lengan Hingga Putus di Bandara, Kapolresta: Orang Tua Awasi Medsos Anak. Foto Ahmad Syihabudin Pelitabanten.com

BANDARA SOEKARNO-HATTA, Pelitabanten.comTawuran di jalan Primeter Utara Bandara Soekarno Hatta (Soetta), menyisahkan cacat bagi korban yang masih berstatus pelajar di wilayah Teluknaga Kabupaten Tangerang.

Bagaimana tidak mengerikan, Tangan kanan Korban berinisia R (16 thn) putus pada bagian tulang pengumpil (pergelangan tangan).

Kapolresta Bandara Soekarno Hatta (Soetta), mengungkapkan Pentingnya peran orang tua dalam mengawasi Anak-anak dirumah saat ini, Pandemi Covid-19 memaksa siswa melakukan proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau Online.

“Orang tua harus mengawasi penggunaan media sosial (medsos) anak. Sehingga tidak terjadi hal tawuran seperti ini,” pintanya.

Seperti diberitakan, Aksi tawuran itu terjadi di area Jalan Perimeter Utara, Bandara Soetta, Tangerang pada Selasa lalu 4 Agustus 2020. Pukul 5 sore.

Peristiwa tawuran itu melibatkan dua kelompok pelajar asal sejumlah sekolah di Jakarta dan Tangerang.

“Tawuran ini terjadi karena saling olok dan saling tantang untuk tawuran berawal dari medsos, menggunakan sarana komunikasi internet dari Facebook dan WhatsApp, ” ujarnya Adi dalam jumpa pers di Mapolresta Bandara Soetta, Kamis (13/8/2020).

Setelah saling ejek, para pelajar ini pun bertemu. Tawuran menggunakan menggunakan sejumlah senjata tajam itu pun pecah.

Dipilihlah lokasi Jalan Primeter Utara kawasan Bandara Soetta, Karna menurut para pelaku lebih aman dan sepi, jadi kata mereka lebih puas untuk saling menganiaya.

Sementara, Kasat Reskrim Polresta Bandara Soetta Kompol Alexander Yurikho menjelaskan terdapat sembilan tersangka yang diamankan satuannya.

“Ada satu korban kritis yang hingga saat ini masih menjalani perawatan di RSUD Kabupaten Tangerang,” katanya.

Menurutnya, korban dirawat karena mengalami luka di sekujur tubuhnya akibat sabetan senjata tajam.

“Bahkan tangan kanan korban dimungkinkan tidak dapat dipergunakan lagi dengan normal,” ucapnya.

Dia menyebut usia para tersangka didominasi masih di bawah umur. “Dari sembilan tersangka, dua di antaranya sudah dewasa,” pungkasnya.