BNN Ungkap Ratusan Kilo Sabu di Cibodas, Arief Minta Masyarakat Waspada Terhadap Pendatang Baru

BNN Ungkap Ratusan Kilo Sabu di Cibodas, Arief Minta Masyarakat Waspada Terhadap Pendatang Baru
Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah. Foto Ahmad Syihabudin Pelitabanten.com

KOTA TANGERANG, Pelitabanten.com — Terkait Pengerebekan 200 Kilogram Sabu oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) pusat di Jalan Prabu Siliwangi, No 94B, RT 05 RW 13, Kelurahan Uwung Jaya, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang, Selasa sore, 28 Juli 2020 kemarin.

Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah, mengapresiasi penindakan yang dilakukan BBN terhadap Jaringan yang diduga berasal dari Jakarta, Sumatera Utara, Aceh dan Lampung. Sedangkan untuk Jaringan Internasionalnya berasal dari Negara Malaysia dan Myanmar tersebut.

“Saya Apresiasi, baru ini kita punya BNN di kota Tangerang sekian tahun baru kali ini ada kesigapan walau dari BNN pusat. Ini kan informasi pengembangan dari kasus di Bekasi dan cikarang, Informasinya udah 7 hari menyewa tempat pas 3 hari udah buka dan ini barang baru masuk dan udah diikuti,” terang Wali Kota saat ditemui di gedung Pemkot Tangerang, Rabu (29/7/2020).

Sebagai kepala daerah Ia meminta masyarakat Kota Tangerang agar mewaspadai apabila ada orang baru di lingkungan tempat tinggal. Arief juga mengatakan, Jika ada hal yang mencurigakan masyarakat diminta untuk melaporkan kepada pihak terkait atau tokoh masyarakat setempat.

Karna, Diketahui berdasarkan informasi warga sekitar lokasi penggerebekan agen beras tersebut baru tiga hari beroperasi. Dari ratusan karung yang ditemukan dalam mobil truk terdapat 50 Karung yang diisi paket sabu, dalam satu karungya ditemukan 4 paket, Satu paket tersebut diperkirakan seberat 1 kilogram sabu.

“Jadinya kita berharap kedepan teman-teman BNN kepolisian dan masyarakat juga responsif jaga wilayah lingkungan. Karena yang sekarang ini kan narkobanya dimasukin di karung jagung padahal yang dijual beras. Artinya kecurigaan itu harus diwaspadai selain oleh teman-teman BNN antisipasi masyarakat merespon cepat juga harus dilakukan,”tukasnya.

Disinggung soal izin usaha agen beras dijadikan kamuflase oleh para pelaku, Arief mendorong agar dilakukan pengetatan sehingga motif-motif seperti itu bisa diantisipasi.

“Itu sebenernya udah, Imbauan informasi berkembang itu izin bertinggal katanya boleh tapi harus perhatikan protokol dan izinnya ke tetangga Karna jualannya beras, ternyata hanya motif aja,”tandasnya.