Satlantas Polresta Tangerang Gunakan Tokoh Punakawan di Operasi Patuh 2020

Satlantas Polresta Tangerang Gunakan Tokoh Punakawan di Operasi Patuh 2020
Unik, Satlantas Polresta Tangerang Gunakan Tokoh Punakawan di Operasi Patuh Kalimaya 2020. Foto Pelitabanten.com (Ist)

KABUPATEN TANGERANG, Pelitabanten.com — di Operasi Patuh Kalimaya 2020, beberapa personel Satlantas Polresta Tangerang berdandan khusus layaknya tokoh punakawan.

Kegiatan khusus itu dilakukan Satuan Lalu Lintas Polresta Tangerang, Polda Banten untuk mengedukasi masyarakat agar tertib berlalu lintas melalui cara yang unik.

“Dengan mengangkat tokoh punakawan, kami berharap edukasi dapat tersampaikan sekaligus memperkenalkan budaya asli Nusantara,” kata Kasat Lantas Polresta Tangerang Kompol I Ketut Widiarta. Senin, (27/7/2020).

Ketut mengatakan, ada empat tokoh punakawan yang ditampilkan yakni Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong.

Kata Dia, pihaknya sengaja memilih empat tokoh tersebut Karna kerap menjadi tokoh utama pewayangan yang selalu mendapat tempat di hati pecinta wayang. Selain itu, lanjut Kasat Lantas, punakawan juga berasal dari kata Pana yang berarti paham, dan kawan yang berarti teman.

“Jadi kami memberi pemahaman atau edukasi dengan mengedepankan sikap persahabatan,” ujarnya.

Ditambahkan Ketut, edukasi yang disampaikan tidak hanya seputar tertib lalu lintas. Melainkan juga edukasi dan imbauan agar masyarakat melaksanakan protokol kesehatan. Kata dia, Operasi Patuh Kalimaya juga fokus pada pendisiplinan masyarakat dalam kepatuhan pencegahan penyebaran Covid-19.

“Saat ada pengendara yang tidak memakai masker, kami beri masker. Kami imbau agar laksanakan protokol kesehatan dan tertib lalu lintas,” jelasnya.

Selain edukasi, pada saat yang sama, kegiatan Operasi Patuh Kalimaya juga dilaksanakan oleh petugas berpakaian dinas. Beberapa pengendara yang kedapatan melanggar seperti tidak menggunakan helm, petugas memberikan sanksi tilang.

Ketut berharap, edukasi dengan mengangkat tokoh atau karakter khas Nusantara dapat mengena di hati masyarakat. Sehingga saat berkendara, masyarakat tidak lagi melawan arus, menerabas lampu merah, dan tidak berkendara bila tidak menggunakan helm. Selain itu, diharapkan masyarakat juga tetap melaksanakan protokol kesehatan dengan penuh kesadaran.

“Semoga selanjutnya masyarakat tertib berlalu lintas dan sadar untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan,” tandasnya.