Batu Bekas Penggilingan Gula Tahun 1700 Ditemukan di Pintu Air 10

Batu Bekas Penggilingan Gula Tahun 1700 Ditemukan di Pintu Air 10
Bersama Tim dan Awak Media, Disbidparman Kota Tangerang Tinjau Penemuan Batu Bersejarah di Pintu Air 10. Foto Pelitabanten.com

KOTA TANGERANG, Pelitabanten.com — 6 (enam) batu bersejarah yang diduga merupakan alat penggilingan milik pabrik produksi gula berusia ratusan tahun lalu ditemukan di Pintu Air 10.

Penemuan batu yang diperikarakan ada sekitar tahun 1700-1800 ini ditemukan Tim Dinas Budaya, Pariwisata dan Pertamanan (Disbidparman) Kota Tangerang.

Disampaikan Sumangku Getar, Kepala Bidang Kebudayaan pada Dinas Budaya, Disbudparman Kota Tangerang, Enam batu alat penggilingan bersejarah itu ditemukan secara terpisah di Sungai Cisadane, di Kampung Sewan, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang.

“Ada empat yang kita temukan di sekitaran Sewan, dua lagi di Sungai Mookervart di Kecamatan, Batuceper,” Kata Semangku Kepada Pelitabanten.com. Selasa (21/7/2020).

Nantinya, Kata Semangku, Enam batu bersejarah ini akan diteliti arkeolog, hal itu perlu dilakukan untuk memastikan kebenaran keberadaan benda peninggalan peradaban sejarah ratusan tahun lalu di Kota Tangerang.

​“Kalau kita baca sejarahnya, dulu di sekitaran Sewan dan Batuceper ada hutan tebu dan pabrik gula. Tangerang ini sejak dulu seperti gadis seksi di tanah Jawa yang dilirik kolonial dan Etnis Tionghoa,” paparnya.

Cerita sejarah, jelas Semangku pabrik gula di Tangerang muncul sekitar tahun 1500, dan mesin mesin penggiling tebu menjadi gula diketahui ada sekitar tahun 1700 sampai 1800.

“Tidak perlu juga latah bicara sejarah. Namun sejarah biarkan mengalir pada ahli-ahlinya,”ujar Dia.

“Kesalahan kita menorehkan sejarah yang salah, seenaknya bikin cerita sejarah sehingga bertabrakan dengan generasi-generasi ke depan. Mumpung era transparan, kita bangun itu,”pungkas Semangku.