Beranda Peristiwa Banten Dinding SMPN 19 Kota Tangerang Selatan Jebol Dihantam Longsor

Dinding SMPN 19 Kota Tangerang Selatan Jebol Dihantam Longsor

412
BAGIKAN
Dinding SMPN 19 Kota Tangerang Selatan Jebol Dihantam Longsor
SMPN 19 Kota tangerang Selatan terkena longsong dari turab yang terletak di belakang dinding sekolah. Akibat kejadian ini 4 ruang belajar mengajar tidak bisa digunakan. Rabu (4/1/2017)

TANGERANG SELATAN, Pelitabanten.com – SMPN 19 Kota Tangerang Selatan di Jalan Kencana Loka, Sekotor XII.5, Kelurahan Ciater, Serpong terkena longsoran material turab seperti batu kali, semen dan tanah merah menimpa dinding kelas hingga mengakibatkan kondisi empat kelas rusak parah.

Kejadian longsor tersebut terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah Kota Tangerang Selatan dan sekitarnya sejak dari shubuh pada hari ini, Rabu (4/12/2017). Akibat hujan tersebut, tiba-tiba turab setinggi 12 meter itu longsor seketika dan menghantam bangunan sekolah SMPN 19 Kota Tangerang Selatan.

“Hujannya sekitar jam 05.30, tapi penjaga sekolah sini baru mengetahuinya sekitar jam 06.40. Keadaannya sudah berantakan menimpa ruang kelas,” tutur Kepala Sekolah SMPN 19 Tangerang Selatan, Endang Ramidin. Rabu (4/1/2017).

Lebih lanjut Endang ramidin mengatakan tembok ruang kelas yang jebol akibat longsor tersebut tidak bisa dipergunakan lagi untuk kegiatan belajar mengajar yang akan dimulai pada hari Senin pekan depan.

Baca juga :  Serap Aspirasi Pegiat dan Pelaku Seni Budaya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Lebak Gelar Rakorbud 2017

“Iya tidak bisa dipakai, biasanya itu dipakai untuk kelas VIII-1, VIII-3, IX-3 dan IX-4,” kata Endang.

Kendati demikian, Endang bersyukur tidak ada korban dalam musibah ini. Sebab, keadaan sekolah masih libur panjang. Bila pun ada guru atau pun pegawai sekolah yang datang, hanya untuk piket atau mengkontrol.

Endang mengaku sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan terkait musibah ini. Kemudian diteruskan ke Dinas Bina Marga dan SDA, sebagai penanggung jawab pembuatan turab.

“Siang tadi ada rapat koordinasi untuk penanganannya. Sebagai langkah awal, Senin nanti belajar seperti biasa, namun dibagi dua shift, agar anak-anak tidak ketinggalan pelajaran,” jelas Endang.

loading...