Beranda Peristiwa Nasional Perceraian Melonjak Saat Pandemi, Praktisi: Proses Mediasi Perlu Dimaksimalkan

Perceraian Melonjak Saat Pandemi, Praktisi: Proses Mediasi Perlu Dimaksimalkan

Perceraian Melonjak Saat Pandemi, Praktisi: Proses Mediasi Perlu Dimaksimalkan

JAKARTA, Pelitabanten.com – Biro Hukum dan Konsultan (BHK) mencatat kasus perceraian di berbagai daerah meningkat selama Pandemi Covid-19.

Berdasarkan data yang dihimpun BHK dari beberapa kota/kabupaten di Air, tercatat hingga akhir Juni 2020 angka perceraian naik hingga tiga kali lipat.

Hal ini terlihat dari pendaftaran perkara pada bulan Juni hingga awal Juli 2020 di sejumlah Pengadilan Agama seperti di wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi (Jabotabek), beberapa kota lainnya di Jawa barat seperti Cianjur, Ciamis dan Sumedang maupun di Jawa Tengah seperti Kota Semarang, Sragen yang jumlahnya lebih tinggi dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

Menanggapi maraknya kasus perceraian selama pandemi ini, praktisi hukum dan advokat BHK Pelita Keadilan Rachman mengatakan, serangkaian proses mediasi bagi pasangan baik di pengadilan maupun di luar pengadilan bersama unsur perlu lebih dimaksimalkan.

Baca Juga:  Ribuan Botol Miras Terjaring Satpol PP Kota Tangerang

“Terlepas nantinya proses mediasi akan berhasil capai kesepakatan seperti rujuknya pasangan pasutri atau tidak membuahkan hasil, proses mediasi menjadi hal penting dalam mencegah perceraian,” kata advokat Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) ini dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (10/7).

Selain itu, menurut Abdul Choir, upaya saling menguatkan dan kebersamaan dalam dapat mencegah perceraian saat pandemi Covid-19. Perceraian meningkat di tengah rata-rata dilatarbelakangi faktor ekonomi. Apalagi dampak pandemi terlihat jelas di berbagai sektor kehidupan, terutama sektor perekonomian sehingga berimbas pada persoalan tangga.

“Kalangan pekerja atau karyawan maupun semua merasakan dampaknya. Pasangan suami isteri  agar bisa menerima dan memahami keadaan maupun cobaan saat ini.  Sebab jika tidak ada kebersamaan, saling menguatkan dan saling memahami kondisi saat ini maka akan  menjadi faktor utama pemicu perceraian selama pandemi ini,” ungkap Abdul Choir.

Baca Juga:  Penggasak Bansos di Kota Tangerang adalah Oknum Ketua Kelompok KPM dan Sudah Diselesaikan!

Untuk itu, dia menjelaskan, tingkat perceraian akibat ekonomi selama perlu diminimalisasi oleh seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) dan peran pemerintah sangat penting dalam menjaga stabilitas perekonomian masyarakat sekaligus memberikan penguatan di berbagai sektor kehidupan.

“Dalam hal ini, kami Biro Hukum dan Konsultan telah berupaya meminimalisasi dampak pandemi dengan memberikan edukasi dan penyuluhan hukum secara daring saat pandemi ini dan membuka ruang konsultasi hukum melalui dan WhatsApp (WA) di 0813 1842 2077,” ujarnya.