Keluh Kesah Para Pelajar Di Masa Pandemi

Keluh Kesah Para Pelajar Di Masa Pandemi
Ilustrasi (Engin Akyurt/Pixabay)

Pelitabanten.com – Terhitung sejak awal tahun, dunia sedang digemparkan dengan virus yang mematikan bernama Covid-19. Bahkan virus ini sudah ada dari akhir tahun 2019, virus ini berasal dari Negeri Tirai Bambu atau China lebih tepatnya daerah Wuhan. Sudah tersebar bahwa virus ini berasal dari hewan seperti, kelelawar, tikus, dan ular. Karena penduduk wuhan sering memakan binatang-binatang tersebut maka tertularlah virus tersebut kedalam tubuh manusia.

Selain Wuhan, Indonesia sendiri terkena dampak dari virus Covid-19 ini. Pada bulan Maret kemaren Pemerintah memerintahkan untuk seluruh warga Indonesia melakukan physical distancing dengan berada dirumah saja. Pendidikan pun terkena dampak dari virus ini, karena seluruh instansi pendidikan memerintahkan untuk belajar di rumah saja dengan sistem belajar online agar memutus rantai penyebaran virus Covid-19 ini. Karena jika belajar dilakukan offline takut kalau penyebaran virus ini akan semakin meluas.

Sistem daring yang dilakukan dalam dunia pendidikan sekarang memang terlihat fleksibel, karena para pelajar dapat melaksanakan tugas dimanapun dan kapanpun. Bahkan sedang tiduran pun kita bisa melakukan pembelajaran. Belajar online memanglah terkesan agak lebih santai daripada belajar offline, karena dalam belajar online bisa diselingi dengan aktivitas lain. Namun terlepas dari itu semua belajar online sendiri memberikan banyak sekali dampak dan keluhan dari para pelajar.

Banyak sekali keluh kesah yang dirasakan para pelajar semenjak belajar online. Sinyal yang kadang tidak bersahabat disaat sedang pembelajaran menjadi masalah utama dalam belajar daring ini. Karena tidak semua pelajar berasal dari daerah yang memiliki jaringan sinyal yang memadai. Banyak dari mereka yang harus mencari tempat dimana sinyal nya ada dan lancar, tak jarang mereka harus berjalan jauh demi mencari sinyal. Bahkan mereka harus mencari tempat tinggi demi mendapatkan sinyal yang kuat.

Selain itu, banyak nya tugas yang diberikan oleh guru juga memberikan beban tersendiri bagi para pelajar. Bagaimana tidak, mereka diberikan tugas yang sedemikian banyak tiap hari dengan batas waktu yang sangat minimal sekali. Belum lagi bukan hanya 1 atau 2 guru saja yang memberikan tugas tetapi semua guru memberikan tugas yang begitu banyak kepada para pelajar. Hal ini menjadikan para pelajar stress dalam menghadapi tugas yang berdatangan secara bertubi-tubi, karena jika belajar biasa tugas tidak banyak.

Tetapi tidak semua guru yang seperti itu, ada juga guru yang memberikan keringanan terhadap para muridnya. Dengan tidak memberikan tugas yang terlalu banyak atau memberikan batas waktu yang lumayan panjang dalam pengerjaannya. Selain pelajar yang mengeluh akibat belajar online, para guru pun mengeluh karena ada sebagian dari mereka yang tidak terlalu mengerti teknologi atau istilahnya gaptek. Mereka pun harus mempelajari bagaimana sistem belajar online tersebut sebelum mereka mengajar.

Penulis: Mitha Adelia Safitri
(Mahasiswi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta)