Industri Migas Memaksimalkan Kinerja di Tengah Pandemi

Industri Migas Memaksimalkan Kinerja di Tengah Pandemi

Pelitabanten.com – Kegiatan sektor hulu dan hilir minyak dan gas (migas) di Indonesia tetap berjalan optimal untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri, sekaligus menjaga pergerakan ekonomi nasional di tengah pandemi Covid-19 dan anjloknya harga minyak mentah dunia.

Kalangan industri di sektor hulu dan hilir migas di Tanah Air hingga kini yang terus berupaya memaksimalkan kinerja dengan mengikuti protokol kesehatan berhasil memperoleh pencapaian yang baik dalam upaya menjaga ketahanan energi nasional. Alhasil, kini sejumlah proyek dapat direalisasikan lebih cepat dari jadwal, walaupun melalui berbagai keterbatasan di tengah pandemi Covid-19.

Salah satunya, keberhasilan mempercepat realisasi proyek hulu migas di tengah pembatasan mobilitas dalam rangka penanggulangan Covid-19 dan menunjukkan tekad dan semangat insan hulu migas untuk dapat melaksanakan program yang telah disepakati secara optimal dan efisien. Hal ini merupakan bagian dari komitmen industri migas untuk meningkatkan optimalisasi di berbagai aspek untuk menjaga produksi serta efisiensi migas pada tahun 2020 ini tetap berada di level normal.

Pencapaian kinerja hulu migas tersebut melengkapi keberhasilan sebelumnya yang telah dicapai di sektor hilir migas dalam menjaga pemenuhan konsumsi migas di dalam negeri. Bagi kalangan industri, upaya efektifitas kinerja juga menjadi salah satu prioritas yang dilakukan, terutama terkait dengan aktivitas yang tidak terkait langsung dengan produksi dan penambahan cadangan migas.

Pemerintah melalui Kementerian ESDM dan SKK Migas yang menjadi regulator usaha hulu migas menyambut baik terobosan dan pencapaian kinerja yang telah dilakukan kalangan industri migas maupun Kontraktor KKS. Proyek hulu migas yang direncanakan dapat berjalan dengan baik, maka dampaknya adalah akan ada peningkatan produksi dan lifting migas serta berdampak nyata bagi masyarakat dengan penyerapan tenaga kerja yang maksimal.

Dengan tetap berlangsungnya berbagai proyek migas akan mampu menggerakkan perekonomian daerah dan menciptakan lapangan kerja khususnya masyarakat sekitar. Hal ini sejalan dengan fokus Pemerintah untuk dapat mendorong ekonomi bergerak di tengah wabah Covid-19.

Namun dapat dipahami dengan wabah Covid-19 serta masih rendahnya harga minyak menjadi ujian bagi upaya merealisasikan visi bersama Indonesia meraih pencapaian produksi 1 juta barel per hari pada 2020. Salah satu kunci penting adalah bagaimana menjaga proyek dapat berjalan dengan baik sesuai jadwal.

Tercatat sepanjang tahun 2020 ditargetkan ada 11 proyek hulu migas yang akan beroperasi, ada satu pelaksanaan dan percepatan proyek pada 2020 yang akan dapat direalisasi lagi pada Juli 2020 di Madura Offshore.

Capaian kinerja triwulan pertama tahun 2020 merupakan wujud awal keberhasilan pelaksanaan transformasi sektor migas yang telah dimulai di tahun 2019. Selain fokus pada pencapaian target teknis yang telah ditetapkan, stakeholders hulu migas  secara konsisten dan berkesinambungan menerapkan inovasi dan operational excellence. Hal ini mendorong lebih banyak terobosan-terobosan untuk mengusahakan agar efisiensi di sektor migas dapat semakin ditingkatkan.

“Apresiasi yang luar biasa kepada stakeholders dan para ‘pejuang’ di sektor migas di Indonesia yang tetap berjalan guna memenuhi kebutuhan energi di dalam negeri, sekaligus menjaga pergerakan ekonomi nasional,” ujar Annisa DK, VP Corporate Office PT Titis Sampurna yang diminta pendapatnya sebagai salah seorang pejuang dan pekerja di sektor migas Tanah Air.

Industri Menjadi Pelopor Penerapan New Normal

Perusahaan-perusahaan pelat merah maupun swasta diharapkan menjadi pelopor penerapan the new normal atau tatanan normal baru yang sedang diberlakukan oleh pemerintah di tengah pandemi Covid-19.

Dengan adanya perubahan pada perilaku masyarakat tersebut, diharapkan dunia industri sektor migas bisa menjadi lokomotif untuk mengajak masyarakat bersama-sama menuju fase new normal. Dengan demikian, masyarakat dapat tetap mematuhi anjuran protokol kesehatan dan perilaku masyarakat tersebut harus dimulai dari lingkungan kerja dan saat bersama keluarga dengan lebih disiplin terhadap protokol kesehatan di masa Covid-19.

“Saat ini posisi pekerja dan masyarakat tengah berada di pertengahan penanganan Covid-19 dengan fase new normal. Sesuai program pemerintah, tentu kita semua akan mendorong masyarakat menuju era fase new normal. Para pekerja dan perseroan PT Titis Sampurna yang merupakan perusahaan layanan jasa di bidang energi dalam pemeliharaan dan pengoperasian fasilitas kilang migas yang sudah berdiri selama 40 tahun di Indonesia bersama dengan kalangan dunia usaha akan senantiasa menjadi bagian dalam mempelopori new normal di masa pandemi Covid ini,” ungkap Annisa DK. **