Pandemi Covid-19, Kehamilan Meningkat di Tangerang Ini Alasannya!

Pandemi Covid-19, Kehamilan Meningkat di Tangerang Ini Alasannya!
Kehamilan Masa Pandemi Covid-19. Foto Ilustrasi Pelitabanten.com (Ist)

KABUPATEN TANGERANG, Pelitabanten.com — Masa pandemi Covid-19 (Corona virus disease 2019) jadi alasan takut pasangan suami istri untuk datang ke Puskesmas atau klinik dokter untuk Suntik atau menggunakan alat kontrasepsi (KB).

Akibatnya jumlah angka kehamilan dilaporkan meningkat hingga saat ini di Kabupaten Tangerang, Banten.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Tangerang, Arsyad Husen yang mengatakan, bahwa pihaknya berupaya untuk mencegah meningkatnya angka kehamilan saat pendemi.

Bahkan DPPKB mewajibkan para pasutri (Pasangan Suami Istri) untuk menggunakan alat kontrasepsi baik berupa suntik, pil KB dan alat pengaman kondom.

Ribuan alat kontrasepsi sudah mendistribusikan ke 44 puskesmas dan poliknik-poliklinik yang tersebar di wilayah Kabupaten Tangerang.

Arsyad juga menambahkan, pasutri yang mau mendapatkan alat kontrasepsi tersebut bisa secara gratis melalui kader-kader KB yang ada di tingkat desa maupun RW.

“Arahan dari pusat untuk mencegah kehamilan di masa covid-19 karna ibu hamil lebih rentan terpapar, pasutri diwajibkan untuk memakai alat kontrasepsi yang mudah didapat itu pil KB dan kondom,” kata Arsyad kepada wartawan saat ditemui dikantornya, Selasa (2/6/2020) siang.

Terkait data resmi prihal jumlah angka kehamilan Ia belum dapat memastikan jumlahnya. Hal itu dikarenakan data jumlah kehamilan baru bisa terdata seluruhnya menjelang akhir tahun.

Kendati demikian, DPPKB memperkirakan ada peningkatan jumlah angka kehamilan jika anjuran penggunaan alat kontrasepsi ini tidak dilaksanakan oleh masyarakat terutama kaum hawa.

“Kemungkinan peningkatan ada tapi semoga tidak terlalu melonjak karena sebenarnya program KB di Kabupaten Tangerang sudah cukup berhasil,” tukasnya

Sementara itu dikonfirmasi terpisah, Kepala Seksi Kesehatan Keluarga Dinkes Kabupaten Tangerang, dr Sri Indriyani mengaku, berdasarkan data sementara ibu hamil pada pada masa kunjungan kehamilan ke 1 yang dimiliki dinkes sampai April tahun 2020, jumlah kehamilan di Kabupaten Tangerang masih relatif stabil namun kemungkinan peningkatan ada.

“Kalau bicara kemungkinan pasti ada tapi data sampai April masih relatif stabil yah,” pungkasnya.