Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rajiun Guru Zuhdi

Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rajiun Guru Zuhdi

Pelitabanten.com – Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. KH Ahmad Zuhdiannoor atau yang akrab disapa Guru Zuhdi wafat di Jakarta pada Sabtu (2/5). Almarhum merupakan mustasyar Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalimantan Selatan. Ulama kharismatik KH Ahmad Zuhdiannoor wafat setelah menjalani perawatan kesehatan di Rumah Sakit Medistra sekitar pukul 6.35 WIB.

Ketua PWNU Kalimantan Selatan Abdul Haris Makkie menyampaikan duka mendalam atas wafatnya ulama kharismatik asal Alabio, Hulu Sungai Utara.

Haris menuturkan bahwa Guru Zuhdi merupakan pribadi yang sangat santun, sederhana dan tawadu. Kepada yang lebih tua, almarhum sangat hormat, sedang kepada yang muda ia selalu memberi teladan dan nasihat. “Saya banyak belajar tentang hidup dan kehidupan, dari beberapa kali mengikuti pengajian-pengajian yang dilaksanakan almarhum,” ujarnya.

Haris merasa sangat berkesan ketika sowan kepadanya sebagai ketua Gugus Covid-19 Kalimantan Selatan. Almarhum mengaku kepadanya akan patuh terhadap segala ketetapan pemerintah. “Sungguh pernyataan seorang ulama besar yang sangat menyejukkan dan mendidik,” ujarnya.

Ketua Lembaga Ta’lif Wan Nasyr (LTN) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banjar Kalimantan Selatan Muhammad Bulkini menyampaikan bahwa almarhum lahir di Alabio pada Kamis 10 februari 1972 M bertepatan dengan 24 Dzulhijjah 1391 H.

Pada mulanya, ia berguru kepada ayahnya, KH Muhammad bkn H Jaferi al-Banjari, Pimpinan Pondok Pesantren Al Falah 1986-1993. Selain berguru pada sang ayah, terang Bulkini, ia juga sempat menimba ilmu sebentar di Pondok Pesantren Al Falah Banjarbaru, kemudian karena sering sakit-sakitan, almarhum berhenti, dan melanjutkan pelajaran pada sang kakek di Alabio, KH Asli.

Setelah kakeknya wafat, ia melanjutkan pengembaraan pendalaman ilmunya kepada Muallim Syukur di Teluk Tiram, Banjarmasin.

Setelah wafat Muallim, almarhum meneruskan belajarnya kepada Syekh Muhammad Zaini bin Abdul Ghani atau masyhur dikenal dengan Abah guru Sekumpul.

Sekretaris Jenderal PBNU H Ahmad Helmy Faishal Zaini menilai KH Zuhdinoor adalah sosok yang memiliki kegigihan dalam memperjuangkan nilai Islam yang moderat. “Guru Zuhdi juga merupakan Mustasyar PWNU Kalimantan Selatan. Dakwah dan nasihatnya sangat menyejukkan umat,” kata Sekjen Helmy.

Dengan wafatnya Guru Zuhdi, menurut Sekjen Helmy, Indonesia dan umat Islam berduka karena kehilangan tokoh besar yang telah mendedikasikan pikiran dan untuk tegaknya ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah.

Gagasan-gagasan keumatan Guru Zuhdi juga senantiasa menjadi salah satu rujukan penting bagi masyarakat Indonesia untuk tetap bersemangat menjaga ajaran Islam yang ramah. “Saya mengajak kepada msyarakat Indonesia, khususnya warga NU untuk meneladani kegigihan dan sikap-sikap arif yang dilakukan oleh beliau semasa hidup. Semoga kita bisa mengambil hikmah dan keteladanan dari almarhum,” harap Sekjen PBNU.

Bagi warga Kalsel, meninggalnya ulama yang biasa disapa Guru Zuhdi itu amatlah kehilangan mendalam. Dia mengajak seluruh warga banua mendoakan Guru Zuhdi. Sebagaimana diketahui, jasa dan pengorbanan beliau dalam mendakwahkan syiar Islam layak menjadi tauladan. Sebab adanya keseimbangan pembangunan fisik dan spiritual masyarakat Kalsel khususnya.

Mendengar kabar  berantai dari media sosial, banyak masyarakat dan jamaah taklim menyambangi kediaman Guru Zuhdi di seputar kawasan Masjid Jami di Antasan Kecil Timur, Banjarmasin Utara. Banyak anggota masyarakat atau jamaah yang datang ke kediaman Guru Zuhdi di kawasan Mesjid Jami di Antasan Kecil Timur, Banjarmasin Utara, untuk menunggu kedatangan dan melaksanakan penghormatan terakhir kepada Guru Zuhdi. Tak saja itu, masyarakat setempat pun menyambangi Masjid Kota Citra Banjarbaru. Pasalnya jasad Guru Zuhdi bakal dimakamkan di Komplek pemakaman Kota Citra Graha KM 18 Banjarbaru.

Guru Zuhdi yang meninggal di Jakarta diberangkatkan ke Banjarmasin menggunakan pesawat Lion Air dan tiba di Bandara Internasinal Syamsudin Noor Banjarmasin diiringi turunnya hujan di kawasan tersebut.

Ribuan jemaah telah menunggu jenazah almarhum baik di Kompleks pemakaman Kota Citra Graha KM 18 Banjarbaru, kediaman di Kompleks Masjid Jami Sungai Jingah Banjarmasin, serta di Masjid Jami tempat almarhum Guru Zuhdi selama ini menggelar pengajian setiap Sabtu malam.

Almarhum KH Ahmad Zuhdiannoor dimakamkan kompleks kediamannya di Kompleks Majta Sungai Jingah Banjarmasin dan pemakaman yang dihadiri ribuan jemaah pengajian almarhum itu dilaksanakan usai shalat Islam, Sabtu (2/5) malam.

Suasana pemakaman di hari ketujuh meninggalnya KH Zuhdianoor atau yang dikenal dengan Guru Zuhdi, tidak terlihat seperti hari-hari sebelumnya. Makam yang berada di Jalan Belakang Masjid Jami, Gang Jamaludin RT 5,Kelurahan Antasan Kecil Timur, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, itu sepi dari peziarah.

Hari sebelumnya tepat memperingati hari ketujuh, makam sempat ramai didatangi peziarah. meski pemakaman sebenarnya ditutup untuk umum. Kini, masyarakat terlihat mulai mengerti mengenai aturan yang diterapkan.

“Masyarakat umum tidak diperbolehkan berziarah. Hanya keluarga saja. Kami warga kampung juga belum diperbolehkan masuk, kecuali orang-orang tertentu yang memang dekat dengan Guru Zuhdi semasa hidupnya,” ucap Aisyah, warga setempat.

Tempat parkir kendaraan terlihat kosong, hanya ada pembatas jalan dan tali terbentang di antara pembatas itu.

Di sekeliling kubah makam Guru Zuhdi sudah terpasang kain sebagai penutup panjang membentang yang ditempel papan bertuliskan Mohon Maaf Ziarah Sementara Ditutup.

“Instruksinya harus ditutup dulu untuk sementara, ya kami tutup dengan kain. Keluarga selalu mendoakan tiada henti, mereka selalu kirimkan bacaan untuk Abah Guru Zuhdi,” jelas Alpiansyah, petugas yang berjaga di area setempat.

Saat ditanya kapan makam akan dibuka untuk peziarah, Alpiansyah menjawab tidak tahu karena belum ada kepastian.

Hanya ada anggota keluarga yang setia selalu mengirimkan doa di makam Guru Zuhdi. Pada pukul 13.00 WITA ada beberapa orang dari keluarga Guru sedang membacakan ayat-ayat suci Al-Qur’an.

Allahumagfirlahu warhamhu waafihi wa’fuanhu. Selamat jalan KH Ahmad Zuhdiannoor biasa disapa Guru Zuhdi. (Aji Setiawan)