Teknik Dan Media Budidaya Tanaman Hidroponik Yang Populer

Teknik Dan Media Budidaya Tanaman Hidroponik Yang Populer
Budidaya Tanaman Hidroponik (Foto: [email protected])

Pelitabanten.com – Seperti yang kita ketahui, budidaya hidroponik secara umum adalah budidaya tanaman tanpa media tanah. Nah, Biasanya media yang digunakan adalah air. Sehingga sering  disebut budidaya menanam dengan air. Padahal air disini fungsinya sebagai media pengantar nutrisi saja. Jadi, walaupun ditanam serbuk kayu, arang sekam, kompos , dan sebagainya, itu masih bisa dikategorikan hidroponik. Sepanjang dalam prosesnya (awal penyemaian sampai panen) tidak memakai media tanah sama sekali, maka itu bisa disebut bercocok tanam hidroponik.

Sebelum mengetahui teknik dan media yang akan digunakan terlebih dahulu kita harus mengetahui apa saja kelebihan dan kekurangan budidaya hidroponik.

Berikut merupakan kelebihan budidaya tanaman hidroponik, diantaranya:

  1. Tidak membutuhkan tanah.
  2. Hasil panen dari metode hidroponik cenderung lebih banyak.
  3. Menghemat tempat.
  4. Penggunaan pupuk akan lebih hemat dan efisien.

Kita juga harus mengetahui kelemahan dari metode hidroponik, diantaranya:

  1. Membutuhkan ketelitian yang ekstra.
  2. Membutuhkan keterampilan khusus.
  3. Alat-alat tertentu yang masih sulit untuk didapatkan.

Berikut beberapa teknik yang digunakan dalam budidaya tanaman hidroponik, tentunya teknik yang bisa kita lakukan di rumah, diantaranya:

  • Wicked System

Wick System merupakan teknik yang paling sederhana dan populer yang digunakan oleh para pemula. Sistem ini termasuk pasif dan nutrisi mengalir kedalam media pertumbuhan dari dalam wadah menggunakan sejenis sumbu. Wick System hidroponik cocok diterapkan untuk tanaman dan tumbuhan yang kecil, untuk tanaman yang membutuhkan banyak air sistem hidroponik ini tidak bekerja dengan baik.

  • Drop System

Selain wick System, sistem tetes (drop System) merupakan cara yang populer yang digunakan dalam berkebun dengan cara hidroponik. Sistem ini menggunakan timer mengontrol pompa, sehingga pada saat pompa dihidupkan, pompa akan meneteskan nutrisi ke masing-masing tanaman.

  • NFT System

Nutrient Film Technic merupakan konsep sederhana dengan menempatkan tanaman dalam sebuah wadah atau tabung dimana akarnya dibiarkan menggantung dalam larutan nutrisi. NFT cocok diterapkan pada jenis tanaman berdaun seperti selada.

  • Fertigasi (irigasi tetes)

Irigasi tetes adalah teknik hidroponik yang menggunakan pipa dan selang untuk mengalirkan nutrisi. Pada teknik ini tanaman tidak ditanam di pipanya, tetapi di pot atau wadah terpisah, nantinya nutrisi dialirkan dari pipa menggunakan selang menuju wadah tanaman tersebut.

  • Water Culture System

Dalam sistem ini tanaman dapat ditempatkan di rakit dan mengapung di air nutrisi. Akar tanaman terendam dalam air dan udara diberikan kepada akar tanaman melalui pompa akuarium Dan diffuser udara.

Untuk media budidaya tanaman hidroponik bisa kita jumpai di sekitar kita, tentunya bahan yang digunakan tergolong sangat murah, bahkan ada beberapa bahan yang bisa kita dapatkan di rumah dan membuatnya sendiri.

Apa itu? Langsung saja, ini dia bahannya.

Arang sekam adalah kulit gabah yang dibakar, merupakan media tanam yang paling populer dan banyak digunakan. Arang sekam dianggap media tanam hidroponik yang steril, murah, efisien, gampang dibuat dan mudah diaplikasikan.

Serbuk sabut kelapa (cocopeat) tergolong sebagai media tanam organik, serbuk sabut kelapa diketahui mampu menyimpan air hingga 73% atau 6-9 kali lipat dari volumenya. Dengan demikian, maka kegiatan bercocok tanam hidroponik akan lebih hemat air karena intensitas penyiraman dilakukan lebih jarang.

Kompos merupakan media tanam bersifat organik yang dihasilkan dari proses fermentasi beberapa jenis tanaman, seperti sekam, rumput, jerami, dan sebagainya. Jika  ingin menggunakan kompos sebagai media tanam hidroponik, maka pilih kompos yang sudah berwarna hitam kecokelatan dan tidak mengeluarkan bau.

Humus diperoleh dari proses pelapukan bahan organik jasad mikro, terbentuk dari jaringan tumbuh-tumbuhan atau hewan yang telah mati. Humus juga dapat menghasilkan unsur hara  yang baik dikarenakan kemampuannya dalam menukar ion yang tinggi. .

Rockwool Media tanam yang satu ini menyimpan kelebihan yang tidak banyak dimiliki oleh media tanam lainnya, terutama dalam urusan perbandingan komposisi air dan udara yang mampu disimpan oleh media tanam Rockwool.

Serbuk kayu Selain arang sekam, kompos, dan humus, kita juga bisa melakukan kegiatan hidroponik tanaman atau sayuran dengan media tanam serbuk kayu. Media tanam hidroponik yang satu ini biasanya diperoleh dari kayu yang digergaji kemudian serbuk yang berjatuhan lalu dikumpulkan. Media tanam ini dapat menyerap air dengan optimal sehingga akar tanaman yang tertancap kedalamnya akan lebih cepat tumbuh dan berkembang.

Jadi, itulah beberapa teknik dan media budidaya tanaman hidroponik yang populer digunakan dan mudah diterapkan. Semoga bisa bermanfaat untuk kita semua, khususnya yang ingin belajar tentang budidaya tanaman hidroponik

Riza Dunica PutriPenulis: Riza Dunica Putri
(Mahasiswi Jurusan Biologi Fakultas Sains, Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten)