Pentingnya Menerapkan Physical Distancing Di Masa Pandemi Covid-19

Pentingnya Menerapkan Physical Distancing Di Masa Pandemi Covid-19
Ilustrasi. Foto: iXimus@pixabay
Anggun Bagaskoro Malinto style=

Pelitabanten.com – Virus corona atau COVID-19 (Corona Virus Disease 2019) pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China. pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan sangat cepat dan telah menyebar ke hampir semua Negara, termasuk Indonesia. Hal tersebut membuat pemerintah membuat kebijakan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB), dan juga menerapkan physical distancing untuk menekan penyebaran COVID-19 ini.

Apa Itu Physical distancing?

Physical Distancing atau pembatasan jarak fisik adalah upaya pemerintah untuk mengendalikan penyebaran virus COVID-19. Saat menjalani physical distancing anda diminta untuk tidak berpergian ke tempat yang ramai seperti  mall, pasar, restoran, tempat rekreasi, dan tempat ramai lainnya. Dan juga membatasi kontak langsung, seperti berjabat tangan, dan menjaga jarak aman minimal 1 meter ketika berinteraksi dengan orang lain.

Dalam prakteknya, physical distancing  juga dapat dilakukan dengan cara berikut ini:

  • Jangan keluar rumah, kecuali untuk urusan yang penting dan jika keluar rumah agar memakai masker, dan jangan lupa setelah itu mencuci tangan.
  • Sapa orang lain dengan melambaikan tangan saja, tidak dengan berjabat tangan
  • Belajar dan bekerja dari rumah
  • Lakukan olahraga dirumah
  • Jika ingin berbelanja, lakukan diluar jam sibuk dan tetap menjaga jarak minimal 1 meter
  • Menunda mudik terutama mudik lebaran kali ini, karena anda tidak tahu anda terinfeksi atau tidak, dan tentunya anda tidak ingin keluarga anda terinfeksi jika anda membawa virus covid-19 ini.

Selain di tempat umum, pemerintah juga menekankan physical distancing di dalam rumah, hal ini karena anda atau orang rumah yang terlihat sehat dan tidak menunjukan gejala tapi sebetulnya sudah terinfeksi virus covid-19 ini dan berpotensi menularkan kepada orang lain.

Dengan adanya kebijakan PSBB ini segala bentuk kegiatan yang awalnya di lakukan di luar rumah sekarang dilakukan dirumah saja. seperti kegiatan belajar mengajar, bekerja, dilakukan dengan cara online.

Pada intinya physical distancing cukup efektif untuk menekan penyebaran virus corona ini. Tapi semua itu juga tidak cukup, harus disertai dengan pencegahan lainnya, yaitu:

  • Gunakan masker ketika beraktivitas di tempat umum atau keramaian, dan menjaga jarak tentunya minimal 1 meter.
  • Rutin mencuci tangan dengan air dan sabun atau hand sanitizer yang mengandung 60% alcohol jika tidak ada air dan sabun, terutama ketika setelah beraktivitas di luar rumah
  • Membersihkan rumah dengan menggunakan cairan desinfektan seperti pada pegangan pintu yang sering orang lain memegangnya.
  • Jangan menyentuh mata, mulut, dan hidung sebelum mencuci tangan.
  • Hindari kontak langsung dengan penderita COVID-19, atau yang dicurigai positif terinfeksi virus corona, atau orang yang sedang sakit demam, batuk, pilek.
  • Tutup mulut dan hidung ketika batuk dan bersin, kemudian buang tisu ke tempat sampah.

Setelah anda mengetahui apa itu physical distancing, tentu anda juga harus mengetahui gejala dari virus corona (covid-19), agar anda berhati-hati jika ada orang terdekat anda yang menunjukan gejala ini agar langsung menghubungi dokter .

Gejala Virus Corona (COVID-19)

Gejala awal infeksi virus corona atau COVID-19 bisa menyerupai flu, yaitu demam, pilek, batuk kering, sakit tenggorokan, dan sakit kepala. Setelah itu, gejala bisa saja hilang dan sembuh atau malah makin memburuk. Penderita dengan gejala berat bisa mengalami demam tinggi, batuk berdahak, sesak napas, dan nyeri dada. Gejala-gejala tersebut muncul ketika tubuh bereaksi melawan virus corona.

Secara umum, ada 3 gejala umum yang menandakan seseorang terinfeksi virus corona atau COVID-19 yaitu:

  • Demam (suhu tubuh di atas 38 derajat celcius)
  • Batuk kering
  • Sesak napas

Gejala-gejala ini umumnya muncul dalam waktu 2 hari sampai 2 minggu setelah penderita terpapar virus corona.

Semoga virus COVID-19 ini segera hilang agar kita bisa melakukan aktivitas seperti biasanya.

Devi RamadayantiPenulis: Devi Ramadayanti
(Mahasiswa Jurusan Biologi, Fakultas Sains, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten)