SMSI Kecam Intimidasi Wartawan Saat Liput Kebakaran Gereja di Serpong Tangerang

SMSI Kecam Intimidasi Wartawan Saat Liput Kebakaran Gereja di Serpong Tangerang
Screenshot saat Kejadian Intimidasi Wartawan. Foto Pelitabanten.com (Ist)

KOTA TANGERANG, Pelitabanten.com — Insan Pers mengecam keras bentuk intimidasi dan piting yang dialami wartawan foto Media Indonesia (MI) di Gereja Christ Cathedral kawasan Paramount Serpong, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang. Saat terjadi kebakaran pada Senin (27/4) pagi.

Seperti disampaikan Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Tangerang, Ayu Kartini yang meminta Pelaku di tindak keras agar tidak ada terus menerus Kejadian Kekerasan terhadap Wartawan. Wartawan bekerja dilindungi Undang-undang Pers.

Menurutnya, Wilayah Tangerang Raya termasuk di lokasi kejadian itu disebut berada diwilayah zona Merah penyebaran Covid- 19 (Corona Virus Disease 2019), hampir semua warga dihimbau untuk diam dirumah, hanya para Wartawan atau Jurnalis yang terus berburu informasi dilapangan.

Ayu menilai, aksi yang diduga dilakukan beberapa pemuda gereja tersebut sangat tak menyenangkan dan cenderung melecehkan profesi wartawan.

“Kami meminta permasalahan kekerasan terhadap para wartawan ditindak keras,” tutur Ayu. Senin, (27/4/2020) Sore.

Diberitakan Pelitabanten.com, berdasarkan cerita dari R, Saat itu Ia bersama rekan seprofesi lainnya sedang mengabadikan momen petugas pemadam kebakaran memadamkan api di lantai dasar gedung, kemudian dihampiri lima sampai enam pemuda yang dengan paksa meminta dirinya untuk menghapus hasil foto-fotonya.

Petugas Damkar Tengah Berupaya Memadamkan Api di Lantai Dasar Gereja Crisht Cathedral Serpong. Senin (27/4). Foto Pelitabanten.com

“Jadi saya masuk berdua sama temen saya, foto-foto di dalam. Tiba-tiba ada yang dateng minta hapus foto enggak pake basa basi dulu, langsung dateng nanya mas ngapain, apus fotonya,”tutur R dilokasi saat itu.

Sempat ada upaya paksa dengan cara kasar dari salah satu pemuda tersebut, Namun R berupaya melindungi kamera yang dibawanya, agar tidak dirampas dan dihapus gambarnya.

Akhirnya, lanjut keterangan R mendapat perlakukan yang tidak menyenangkan yakni dipiting oleh salah satu pemuda bertubuh tinggi besar.

“Saya gak bisa kalau hapus foto, mereka tetap maksa. Sampai kejadian saya dipiting” katanya.

Kata R, Beruntung tidak ada luka yang dideritanya, kameranya pun tidak mengalami kerusakan.

Namun, video dipitingnya R oleh pemuda bertubuh tinggi besar itu ramai beredar di media sosial maupun di group-group wartawan.

Dari rekaman video yang beredar diluar terdengar jelas cacian dan umpatan yang dilontarkan kepada R.

“Iya saya tadi adu mulut, terus ada makian fu*k off, fu*k you. saya jadi takut lagi musim Corona malah saya dipiting-piting,” tutup R